BERAU TERKINI – Kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Berau, khususnya terkait sistem peringatan dini tsunami, dinilai masih minim dan mendesak untuk ditingkatkan. 

Berau diketahui berada di kawasan rawan gempa yang dikelilingi oleh tiga sesar aktif, yakni Sesar Maratua, Sesar Laut Tarakan, dan Sesar Tanjung Mangkalihat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan, Sesar Tanjung Mangkalihat merupakan yang paling aktif bergerak dan berpotensi memicu gempa signifikan.

“Dari ketiganya, Sesar Tanjung Mangkalihat disebut paling aktif bergerak yang mengakibatkan terjadinya gempa,” kata Nofian, Selasa (25/11/2025).

Nofian mengungkapkan, saat ini, BPBD Berau baru memiliki alat pendeteksi gempa yang dinilai belum memadai untuk mengantisipasi potensi tsunami. 

Pihaknya pun mendorong agar segera dilakukan pemasangan alat deteksi tsunami di titik-titik strategis.

“Satu menit lebih cepat bisa menyelamatkan nyawa. Kita butuh alat itu segera,” tegasnya.

Lokasi yang diusulkan untuk pemasangan alat deteksi tsunami mencakup beberapa wilayah krusial, seperti Pulau Maratua, Derawan, Balikukup, dan Sambit. 

Meskipun usulan pengadaan alat ini sudah dibahas, BPBD Berau mengakui surat resmi permohonan belum diajukan. 

Walaupun aktivitas gempa yang terjadi sejauh ini belum besar, BPBD Berau meminta masyarakat tetap waspada.

BPBD Berau juga telah memetakan beberapa wilayah yang berpotensi besar terdampak jika skenario tsunami terjadi. 

Wilayah perairan yang diperkirakan berisiko tinggi meliputi Maratua, Pulau Derawan, Kaniungan Besar, dan Pulau Balikukup.

Sementara di daratan, wilayah yang perlu waspada adalah Tanjung Batu, Talisayan, Bidukbiduk, dan Batu Putih.

Selain keterbatasan alat, Nofian juga menyoroti kekurangan personel BPBD untuk menghadapi bencana berskala besar. 

Ia menegaskan, dampak pergerakan sesar aktif ini tidak hanya mengancam Berau, tetapi juga dapat dirasakan hingga ke provinsi tetangga, Kalimantan Utara, khususnya wilayah Tarakan.

“Ini perlu jadi perhatian bersama. Dan upaya mitigasi itu penting untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)