BERAU TERKINI — Meski menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, persoalan stunting di Kabupaten Berau masih menjadi ancaman serius bagi kualitas generasi mendatang.

Pemerintah daerah kini mulai bergerak cepat dengan menyusun program yang lebih terintegrasi, komprehensif, dan tepat sasaran.

Langkah strategis ini dimatangkan dalam agenda Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 yang digelar pada Senin (6/4/2026).

Forum ini menjadi pijakan awal bagi pemerintah untuk merumuskan strategi percepatan penurunan stunting yang berbasis pada data riil di lapangan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan, penanganan stunting adalah kerja besar yang tidak bisa dilakukan secara parsial atau terkotak-kotak.

Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar setiap intervensi yang diberikan benar-benar memberikan dampak efektif bagi masyarakat.

“Kalau tidak dikerjakan bersama, hasilnya tidak akan maksimal. Ini harus jadi gerakan bersama dengan komitmen kuat dari semua pihak,” ujar Gamalis.

Forum ini diposisikan bukan sekadar sebagai agenda rutin tahunan, melainkan menjadi ruang evaluasi mendalam sekaligus penyelarasan program lintas sektor.

Sinergi ini mencakup koordinasi dari tingkat perangkat daerah, kecamatan, hingga ke level pemerintahan kampung sebagai ujung tombak pelayanan.

Kepala Bapelitbang Berau, Endah Ernany Triariani, mengingatkan seluruh peserta forum bahwa dampak stunting memiliki dimensi yang luas.

Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap perkembangan kecerdasan dalam jangka panjang.

“Ini menyangkut kualitas SDM ke depan. Karena itu, intervensinya harus menyentuh banyak aspek, tidak hanya kesehatan, tapi juga sanitasi, pola asuh, hingga kondisi sosial ekonomi,” jelas Endah.

Melalui Pra Musrenbang ini, Pemkab Berau berupaya keras mengintegrasikan usulan dari tingkat bawah.

Tujuannya agar program yang disusun nantinya benar-benar menjawab kebutuhan riil yang ada di tengah masyarakat dan tidak sekadar menjadi program administratif.

Kegiatan ini juga telah menghasilkan rumusan awal program prioritas yang akan dibahas lebih lanjut dalam Musrenbang Kabupaten Berau untuk perencanaan anggaran 2027. 

Dengan pendekatan konvergensi yang melibatkan berbagai sektor, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah ini menjadi komitmen nyata Pemkab Berau dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas tinggi di masa depan. (*)