BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau meningkatkan status siaga menghadapi fenomena hidrometeorologi basah dan curah hujan ekstrem yang diprediksi terjadi sepanjang Desember 2025.
Alarm peringatan telah berbunyi menyusul pergeseran bibit siklon yang memicu cuaca ekstrem di wilayah bagian Barat Berau.
Setelah peringatan siaga bencana resmi diterbitkan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) langsung memastikan kesiapan penuh personel di kecamatan yang rawan banjir.
Langkah ini diambil untuk memitigasi dampak bencana.
Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan, pihaknya kini aktif membangun komunikasi intens dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau.
“Sejauh ini, komunikasi telah intens dibangun,” kata Masyhadi, Selasa (9/12/2025).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan update cuaca yang berkembang di langit Bumi Batiwakkal setiap tiga jam sekali.
Selain koordinasi dengan BMKG, BPBD Berau juga telah mempersiapkan simpul masyarakat peduli bencana.
Tim ini diharapkan dapat menjadi kelompok taktis yang dapat merespons segera dan menjawab kebutuhan kedaruratan bencana di kampung-kampung rawan.
“Tim ini yang disiagakan untuk merespons segera ketika terjadi bencana,” ucapnya.
BPBD Berau juga telah mengaktifkan alarm tinggi debit air sungai yang akan memberikan informasi akurat kepada BMKG untuk memberikan respons terhadap kondisi gawat darurat banjir.
Sinyal dari alarm ini juga menjadi acuan bagi tim taktis BPBD untuk segera diterjunkan ke lapangan.
Dengan keterbatasan personel, BPBD menerjunkan tim ke tiga titik rawan banjir utama, yaitu Kecamatan Segah, Sambaliung, dan Kelay.
“Tim telah aktif ke lapangan,” katanya.
Saat ini, BPBD Berau menyiapkan sebanyak 15 perahu karet yang dapat digunakan untuk evakuasi korban.
“Itu yang disiapkan untuk kawasan rawan banjir,” sebut Masyhadi.
Hingga sore tadi pukul 17.45 WITA, beberapa kampung di Segah dan Sambaliung masih terendam banjir, namun air dilaporkan berangsur surut. (*)
