BERAU TERKINI – Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Berau.
Kekhawatiran Pemkab meningkat lantaran anggaran untuk tanggap bencana, yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT), turut menjadi objek efisiensi anggaran menjelang penutupan tahun.
“Itu buat kita was-was juga,” kata Wakil Bupati Berau, Gamalis, Selasa (10/12/2025).
Kekhawatiran ini diperkuat dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi badai hidrometeorologi yang diprediksi akan membuat penutupan tahun ini lebih basah dengan curah hujan tinggi.
Gamalis menjelaskan, tantangan terbesar adalah pengaturan anggaran yang menjadi semakin kaku menjelang akhir tahun anggaran.
“Di akhir tahun ini, anggaran diolah agak kaku,” katanya.
Ia menyebut, penggunaan anggaran darurat maupun belanja pemerintah lainnya akan lebih mudah diberikan kebijakan pada awal dan pertengahan tahun.
Namun, pada akhir tahun, pemerintah sudah memasuki masa tutup buku, sehingga pengeluaran anggaran menjadi lebih sulit.
“Kita ini sudah kena pemangkasan, terus juga karena akhir tahun,” beber Gamalis.
Diketahui, Pemkab Berau menyediakan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp30 miliar pada tahun ini.
Anggaran inilah yang seharusnya dapat digunakan secara fleksibel untuk penanganan darurat pasca bencana.
Dengan kondisi anggaran yang kaku dan kekhawatiran akan cuaca ekstrem, Gamalis hanya dapat berharap prediksi BMKG meleset.
“Semoga kejadian ini tidak terjadi sampai cuaca membaik,” tuturnya.
Ia menambahkan, jika BTT tidak terpakai, dana tersebut akan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).”Semoga saja ini menjadi SiLPA, karena bencana tidak terjadi,” pungkasnya. (*)
