BERAU TERKINI – Polres Berau mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan pelaksanaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026.

Operasi tahunan ini difokuskan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, menjelaskan, pengamanan Lebaran menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat yang meningkat.

Khususnya bagi warga yang melakukan perjalanan mudik maupun merayakan hari besar keagamaan.

“Karena ini kegiatan nasional yang bersifat tahunan, tentu menjadi perhatian dan prioritas kami untuk memastikan, terutama bagi masyarakat yang mudik dan merayakan hari besar umat Muslim,” ujarnya.

Ia menyebut, sebelum pelaksanaan operasi, pihaknya terlebih dahulu melakukan koordinasi pra operasi.

Dalam tahap ini, Polres Berau memetakan berbagai potensi kerawanan serta fenomena yang perlu diantisipasi selama masa pengamanan.

Polres Berau sendiri memiliki kekuatan sekitar 629 personel yang tersebar di tingkat Polres dan 10 Polsek di wilayah Kabupaten Berau.

Namun, dengan luas wilayah yang ada, pengamanan tidak dapat dilakukan secara mandiri, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

“Karena itu kami juga melibatkan unsur eksternal, seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Termasuk juga dari Dinas Kesehatan dan PMI yang menyiapkan dukungan layanan kesehatan serta ambulans,” jelasnya.

Dalam perencanaan pengamanan, Polres Berau juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa titik strategis yang menjadi pusat mobilitas masyarakat. 

Pos-pos tersebut akan beroperasi selama sekitar 14 hari dengan sistem penjagaan 24 jam.

Beberapa lokasi yang direncanakan menjadi titik pos antara lain pelabuhan, bandara, kawasan Tanjung Batu, serta area keramaian seperti simpang KFC di Tanjung Redeb yang kerap menjadi titik berkumpul masyarakat saat momentum tertentu.

“Diperkirakan ada sekitar tujuh pos pengamanan dan pos pelayanan yang akan kita dirikan. Personel yang ditempatkan di sana akan bertugas secara statis selama 1×24 jam,” terangnya.

Setiap pos nantinya memiliki wilayah tanggung jawab atau zonasi pengamanan dengan radius sekitar 5-10 kilometer.

Petugas di pos tersebut juga bertanggung jawab memantau fasilitas publik, seperti perbankan, pertokoan, hingga pusat keramaian di sekitarnya.

Selain pos pengamanan, Polres Berau juga menyiapkan tim cadangan atau power on hand yang siaga di Polres maupun Polsek.

Tim ini akan digerakkan untuk menjangkau wilayah yang tidak tercover oleh pos pengamanan.

Kegiatan yang dilakukan di antaranya patroli, sambang kampung, pengecekan pos kamling, hingga kegiatan preventif lainnya untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Pendekatan yang kami utamakan adalah tindakan preventif, yakni kehadiran anggota di tengah masyarakat melalui patroli dan kegiatan sambang,” tambahnya.

Selain itu, Polres Berau juga menempatkan personel dari satuan reserse kriminal di sejumlah titik tertentu untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas selama masa operasi.

“Anggota reskrim juga kami siapkan di beberapa titik dengan sistem zonasi. Namun untuk detailnya tentu tidak bisa kami sampaikan karena bersifat taktis dan ada yang dilakukan secara undercover,” pungkasnya. (*)