BERAU TERKINI — Insiden tersangkutnya sebuah alat berat saat melintasi Jembatan Gunung Tabur, Selasa (7/4/2026), memicu kekhawatiran serius terkait ketahanan infrastruktur vital di Kabupaten Berau.
Kejadian ini langsung mendapat sorotan tajam dari Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, yang menilai pengawasan terhadap tonase kendaraan di jalur tersebut masih sangat lemah.
Rudi menegaskan, kendaraan dengan muatan besar atau alat berat seharusnya tidak lagi diberikan ruang untuk melintasi jembatan penyeberangan di Gunung Tabur maupun Sambaliung.
Hal ini didasari oleh fakta bahwa kondisi fisik kedua jembatan tersebut sudah termakan usia dan sering mengalami benturan keras di masa lalu.

“Seharusnya kendaraan dengan tonase besar tidak melintas di atas jembatan penyeberangan yang ada di Gunung Tabur dan Sambaliung, dikarenakan kondisi jembatan sudah sangat tua dan beberapa kali ditabrak kapal,” tegas Rudi, Selasa (7/4/2026).
Menurut Rudi, Jembatan Gunung Tabur yang membentang di atas Sungai Segah dan Jembatan Sambaliung di atas Sungai Kelay adalah urat nadi perekonomian bagi masyarakat Berau.
Jembatan-jembatan ini merupakan penghubung utama bagi beberapa kecamatan.
Sehingga jika terjadi kerusakan fatal, dampaknya akan melumpuhkan aktivitas distribusi logistik dan mobilitas warga.
Kejadian alat berat yang tersangkut atau melintas dengan beban berlebih dikhawatirkan akan mempercepat degradasi struktur jembatan.
Rudi mengingatkan agar pemerintah daerah dan instansi terkait tidak meremehkan insiden-insiden kecil yang melibatkan kendaraan bermuatan besar.
Pasalnya, taruhannya adalah keselamatan publik dan kelancaran ekonomi.
Politisi PDIP tersebut mendesak adanya pengawasan yang lebih ketat serta penegakan aturan mengenai batas tonase kendaraan yang diizinkan melintas.
Ia tidak ingin melihat jembatan kebanggaan masyarakat Berau mengalami kegagalan struktur hanya karena kelalaian dalam mengatur lalu lintas kendaraan berat.
Ia berharap ada komitmen bersama untuk menjaga aset daerah tersebut agar tetap fungsional dalam jangka panjang.
Ketegasan dalam melarang kendaraan tonase besar melintas dianggap sebagai langkah preventif paling efektif sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Jangan sampai jembatan gantung yang ada di Sungai Segah dan Sungai Kelay yang menjadi urat nadi perekonomian sebagai penghubung beberapa kecamatan mengalami kerusakan fatal,” pungkasnya. (*)

