BERAU TERKINI – PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia, sang pelatih ungkap alasan menerima tawaran itu.

Teka-teki nama pelatih Timnas Indonesia akhirnya terjawab. Sosok pengganti Patrick Kluivert itu adalah John Herdman.

John Herdman akan menukangi Timnas Indonesia hingga 2 tahun ke depan, dengan opsi perpanjangan 2 tahun.

Pria asal Inggris itu menjelaskan alasannya menerima tawaran melatih tim Garuda.

Salah satu alasannya karena pemain Indonesia memiliki potensi yang besar.

Bahkan banyaknya pemain dengan potensi hebat itu disebut seperti saat menangani Timnas Kanada.

“Yang saya lihat adalah potensi bakatnya sangat besar. Suasananya sangat mirip dengan Kanada,” kata John Herdman dikutip dari laporan CNN Indonesia.

“Negara yang besar, banyak potensi dengan pemain lokal, tetapi juga kemampuan untuk merekrut pemain dwikewarganegaraan yang sudah mereka mulai,” tambahnya.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (Instagram/@officialjohnherdman)
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (Instagram/@officialjohnherdman)

Mantan pelatih Timnas Kanada putri dan Timnas Kanada senior itu menjelaskan dirinya akan komitmen menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Salah satunya dengan memilih tinggal lama di Tanah Air selama menukangi skuad Garuda.

“Menurut saya itu jelas merupakan bagian penting dari mempelajari budaya, yaitu sepenuhnya terlibat di dalamnya. Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan adat istiadatnya,” jelasnya.

Sementara itu, PSSI menyampaikan alasan memilih John Herdman sebagai pelatih.

Mulai dari rekam jejak sang pelatih berusia 50 tahun hingga pengalaman John Herdman membawa tim ke Piala Dunia.

“Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA,” tulis keterangan resmi PSSI.

“Di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia,” lanjutnya.