BERAU TERKINI – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahri, mengakui program Gratispol (Gratis Perguruan Tinggi untuk Orang Tua Tidak Mampu) dipercepat meski belum sepenuhnya matang. Ia memaklumi adanya kekhawatiran di masyarakat terkait kesiapan program tersebut.
Menurutnya, hal itu wajar karena Gratispol merupakan visi-misi gubernur baru yang belum mendapat dukungan penuh dalam APBD 2025. Anggaran yang berjalan saat ini masih disusun berdasarkan proyeksi gubernur sebelumnya.
“APBD 2025 ini disusun berdasarkan proyeksi gubernur sebelumnya. Maka dari itu, belum sepenuhnya mengakomodasi program-program baru seperti Gratispol,” kata Sarkowi.
Meski begitu, adanya instruksi presiden soal efisiensi anggaran nasional memungkinkan beberapa rencana disesuaikan. Anggaran dari kegiatan lain dialihkan agar program ini bisa segera berjalan. “Makanya Gratispol dipercepat. Tapi memang wajar kalau ada hal-hal yang belum sempurna,” jelasnya.
Sarkowi menjelaskan, ketidaksempurnaan itu juga terletak pada payung hukum. Peraturan Gubernur (Pergub) yang menjadi dasar pelaksanaan program saat ini masih dalam tahap asistensi di Kementerian Dalam Negeri.
“Kami memaklumi kalau banyak pertanyaan dari masyarakat. Karena memang payung hukumnya belum selesai,” ungkap Sarkowi.
Meski begitu, Pemprov Kaltim tetap mulai menjalankan Gratispol secara bertahap. Untuk tahap awal, program ini diprioritaskan bagi mahasiswa baru, sementara mahasiswa aktif angkatan lama akan diakomodasi pada tahun anggaran berikutnya.
“Untuk saat ini mahasiswa baru yang diprioritaskan. Mahasiswa lama akan mulai menerima manfaat tahun depan,” tutupnya.
