BERAU TERKINI – Aksi sederhana berupa “jepret foto” flora dan fauna di tepian Sungai Mahakam oleh komunitas SUMBU TENGAH ternyata memberikan dampak global.
Data keanekaragaman hayati yang berhasil mereka kumpulkan kini telah disumbangkan dan menjadi bagian dari jaringan riset sains untuk para peneliti di seluruh dunia.
Kegiatan pendataan partisipatif ini merupakan puncak dari acara The Home River Bioblitz (THRB) 2025 yang digelar di Taman Bebaya, Samarinda, pada Minggu (21/9/2025) kemarin.
Dalam acara yang disebut bioblitz ini, masyarakat umum diajak menjadi “ilmuwan warga”. Mereka mengamati dan memotret berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang mereka temukan di sekitar lokasi.
Founder SUMBU TENGAH, Rusdianto, menjelaskan bahwa setiap foto hasil jepretan warga kemudian diidentifikasi dan diunggah melalui sebuah platform sains warga internasional.
“Data hasil pengamatan kemudian diunggah melalui aplikasi sains warga iNaturalist,” terang Rusdianto.
Dengan masuknya data ke platform yang didukung oleh National Geographic Society tersebut, potret keanekaragaman hayati Sungai Mahakam kini dapat dipelajari oleh para peneliti di 14 negara lain yang turut serta dalam acara global ini.
Sejarawan Muhammad Sarip yang hadir dalam acara tersebut menyebut bahwa pengakuan internasional ini sangat pantas didapatkan oleh Sungai Mahakam, mengingat perannya sebagai urat nadi peradaban di Kalimantan Timur.
“Samarinda sebagai pusat ekonomi Kesultanan Kutai tumbuh dari tepian Mahakam,” ungkap Sarip.
Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, yang turut hadir berharap aksi seperti ini dapat menjadi dasar bagi lahirnya kebijakan pelestarian yang lebih kuat di masa depan.
“Kami berkewajiban memperjuangkan regulasi serta kebijakan yang lebih berpihak pada pelestarian lingkungan,” ujar Sarkowi. (*)
