BERAU TERKINI – Progres pembangunan infrastruktur jalan poros dari Berau menuju Kutai Timur menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

Jalan yang menghubungkan pusat ibu kota Berau, Tanjung Redeb, menuju ujung pesisir selatan Berau kini hampir sempurna.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, didampingi rombongan, baru-baru ini meninjau langsung titik pembangunan jalan di segmen Kampung Teluk Sumbang-Teluk Sulaiman.

Menurut Gamalis, jalan ini merupakan penyambung ekonomi dan sosial masyarakat yang signifikan.

Bahkan, dapat mempersingkat jarak tempuh menuju ibu kota Kaltim, Samarinda.

“Ini jalan alternatif yang bisa mendorong percepatan roda ekonomi daerah,” ujar Gamalis, Minggu (14/12/2025).

Gamalis menyebut, jalan ini memiliki peran ganda. Selain menjadi jalur vital untuk sektor industri wisata, juga banyak digunakan oleh para pengusaha, khususnya di industri kelapa sawit, untuk mengirim tandan buah segar (TBS) menuju kilang di Kecamatan Batu Putih.

“Ini ada plus minusnya, tetapi yang jelas hak akses infrastruktur jalan yang memadai dihadirkan pemerintah untuk masyarakat di ujung pesisir ini,” tambahnya.

Pembangunan proyek jalan segmen Teluk Sumbang-Teluk Sulaiman dinilai sangat penting, terutama menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Jalan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin memotong jalur biasa dari Samarinda dan Balikpapan menuju Berau via darat, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

“Ini dipersiapkan jelang libur Nataru, biar kunjungan meningkat,” kata Gamalis.

Dia juga menyebut, progres pembangunan saat ini sudah mencapai lebih dari 80 persen.

Pemkab Berau pun berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur dasar secara bertahap dan berkelanjutan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. 

“Yang terpenting akses dasar masyarakat terpenuhi dulu. Pelebaran dan peningkatan kualitas jalan akan kita lanjutkan sesuai kemampuan APBD, sambil terus memperjuangkan dukungan anggaran ke depan,” tegasnya.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan, mengonfirmasi, progres pembangunan jalan ini telah mencapai lebih dari 80 persen.

Berdasarkan jadwal, proyek pengaspalan ini ditargetkan rampung pada 26 Desember mendatang, setelah perayaan Natal 2025.

“Dalam satu hari, pengaspalan bisa mencapai 500 meter, sehingga sisa panjang yang ada akan kami kebut supaya jalan ini bisa segera dilintasi, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru,” jelas Benny.

Ruas jalan dari simpang Kampung Teluk Sulaiman hingga Teluk Sumbang memiliki panjang total sekitar 29 kilometer. 

Proyek penyempurnaan jalan ini telah dilaksanakan sejak 2019.

Pengaspalan didukung pendanaan gabungan, yaitu Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim sebesar Rp20 miliar dan APBD Berau sebesar Rp13 miliar.

Benny melanjutkan, setelah seluruh ruas tuntas diaspal, program akan dilanjutkan dengan pelebaran jalan secara bertahap menggunakan APBD Berau. 

Ia menambahkan, pelebaran belum dapat dilakukan bersamaan karena keterbatasan anggaran dan belum adanya kepastian dukungan Bankeu di tahun mendatang, seiring kebijakan pemangkasan anggaran.

Oleh karena itu, DPUPR Berau akan menyesuaikan program lanjutan dengan kemampuan fiskal daerah.

DPUPR Berau juga mengingatkan masyarakat, terutama pengusaha, agar memperhatikan batas beban kendaraan yang melintas di ruas jalan ini.

Beban maksimal yang diperbolehkan adalah delapan ton per gandar dengan berat timbang maksimal 45 ton.

“Kalau melebihi kapasitas, tentu akan mempercepat kerusakan jalan. Kami harap ini bisa sama-sama dijaga,” tegas Benny. (*)