BERAU TERKINI – Warga Gang Punai, Rinding, Teluk Bayur berharap pemerintah membangun akses jalan umum.
Ruas jalan Gang Punai yang terletak di Jalan Marsma Iswahyudi 1 Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Berau mengalami kerusakan.
Kerusakan ruas jalan tersebut berupa lubang dan bebatuan besar yang tersebar di beberapa titik.
Kondisi ruas jalan masih berupa tanah, sehingga ketika hujan turun maka jalanan menjadi licin.
Warga pun telah mengusulkan perbaikan ruas jalan Gang Punai, namun ternyata jalan tersebut bukan milik umum melainkan milik pribadi.
Menurut salah satu warga, Fendi, rencananya akan dibuat jalan umum untuk Gang Punai, yang sekarang jalanannya masih ditumbuhi pepohonan.
“Sudah, cuma status tanahnya ini bukan jalan umum punya pribadi. Makanya ini beberapa kali diajukan tapi nda bisa karena ini bukan umum,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Senin (8/12/2025).
Pembuatan jalan umum untuk gang punai pun sudah pernah diajukan, namun belum ada kabar hingga saat ini.
Kabarnya, jika Gang Punai milik umum sudah dibuat, maka jalan milik pribadi ini akan ditutup dan posisi gang akan dipindahkan.
“Nanti kalau sana sudah selesai ini ditutup, bilang orangnya begitu. Jadi jalannya pindah ke belakang,” jelasnya.

Akses jalan Gang Punai, Rinding yang merupakan milik pribadi, warga berharap pemerintah membangun akses jalan umum (Adrikni/BT)
Saat ini, bagian yang rencananya akan dibuat jalanan umum Gang Punai masih dalam proses pembentukan badan jalan dan belum mengajukan pengecoran karena kondisinya yang masih penuh pepohonan.
“Kalau yang di belakang masih pembentukan badan jalan belum ajukan pengecoran karena kondisinya masih begitu,” ucapnya.
Untuk kondisi jalan sekarang, jika hujan airnya melewati bagian jalan yang berlubang, sehingga menyebabkan bertambah rusak dan beberapa kali ditimbun.
“Iya ini ditimbun sendiri, kadang gotong royong. Pernah dari dana RT disalurkan ke sini,” katanya.
Ia juga mengharapkan agar segera dibuat pengecoran jalan, karena untuk akses jalan sekarang statusnya milik pribadi bukan milik umum.
“Iya mengharap betul kalau warga ini. Karena statusnya kan pinjam, waktu dipake ya ditutup ini,” tutupnya. (*)
