BERAU TERKINI – Kabupaten Berau berencana melakukan transisi ekonomi dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata dan pertanian. Dalam dokumen RPJPD disebut ekonomi Kabupaten Berau akan bertransformasi dari semula berbasis pada sektor pertambangan dan penggalian menjadi agroindustri dan ekowisata dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.
Menanggapi rencana tersebut, Ekonom dari Universitas Mulawarman Samarinda, Hairul Anwar, mengatakan perlunya akselerasi dalam upaya melakukan transisi ekonomi. Di tengah ketidakpastian dana transfer dari pemerintah pusat, maka upaya untuk meningkatkan kemandirian daerah perlu didukung.
“Saya tidak melihat kita sekarang ini melakukan transisi ekonomi, tapi perlu melakukan akselerasi transisi ekonomi. Jadi kalau tadi 20 tahun, saya berharapnya lebih cepat lagi sebetulnya,” kata Hairul Anwar, Selasa, 2 September 2025.
Menurutnya, Kabupaten Berau memiliki sejumlah potensi yang dapat dioptimalkan guna mengalihkan ketergantungan dari industri pertambangan dan penggalian. Hairul mengatakan sektor pertanian dan pariwisata di Berau sangat menjanjikan.
Meski demikian, Hairul menyoroti keseriusan Pemkab Berau untuk konsisten melaksanakan transisi ekonomi berjalan sesuai terget. Dia mengatakan, perlu perubahan paradigma dalam mengembangkan sektor selain pertambangan dan penggalian.
Untuk sektor pariwisata, misalnya, Hairul menyebut Pemkab Berau perlu mengetahui pasar dari daya tarik pariwisata yang ditawarkan. Menurutnya, pariwisata di Berau dapat dikembangkan kepada segmen pasar tertentu.
Dia mencontohkan bagaimana Malaysia memasarkan objek wisata Gunung Kinabalu kepada segmen pasar tertentu. Dengan demikian, meski tiket menuju objek wisata tersebut terbilang mahal, namun turis tetap datang untuk berwisata.
“Kalau kita lihat tetangga kita, Malaysia misalnya, Sabah, Sarawak. Modalnya cuma apa? Gunung Kinabalu. Yang datang jutaan orang, sampai antre berbulan-bulan. Jualannya apa? Puncak tertinggi di Kalimantan, di Borneo. Tapi clear, yang dia jual itu apa, bagaimana, kepada siapa,” terangnya.
“Ini yang kita tidak lihat selama ini dari yang namanya ekowisata di Berau. Jadi, yang kita bicarakan adalah memasarkan kepada orang yang tepat, komunitas yang tepat, tempat yang tepat, waktu yang tepat,” ucapnya.
Di sektor pertanian, Hairul menyebut, Pemkab Berau harus mengubah paradigma dari meningkatkan produksi pertanian ke pemasaran produk hasil pertanian.
Dia mencontohkan bagaimana produksi jagung di Berau bisa diserap oleh kebutuhan industri pengolahan jagung di Jawa Timur.
Menurutnya organisasi perangkat daerah seperti Diskoperindag, perlu berperan sebagai pembuka jalan untuk memasarkan produk Berau.
“Jawa Timur itu perlu minimal 3 juta ton satu tahun jagung, yang mereka bisa penuhi, paling 1 juta. Jadi, Anda mau produksi berapa pun, akan diserap oleh pasar di Jawa Timur,” ucapnya.
“Kemana kita perginya? Bisa saja kan? Ke Jawa Timur, ke Pemkab, ke Pemprovnya, kemudian masuk ke industri-industrinya. Jadi, jangan menyuruh masyarakat menanam. Tapi, dinas perindustrian, itu kerjanya harusnya adalah mencari pasar, membuka peluang,” jelasnya.
Hairul mengatakan, proses transisi ekonomi harus dilakukan sejak jauh hari sebelum industri pertambangan dan penggalian mendekati akhir masa kejayaan. Dia tidak ingin Kabupaten Berau memiliki cerita dan nasib yang sama dengan daerah lain di Indonesia yang tidak mampu melakukan transisi ekonomi ketika industri penopang daerahnya berakhir.
“Hampir semua kota, tempat di Indonesia kalau selesai ya selesai, banyak cerita sedih, setelah selesai ya selesai, kenapa? Ya memang tidak ada yang merencanakannya. Itulah bedanya sekarang harus ada perencanaannya, ada exit plannya, jangan tunggu tambangnya habis,” ujarnya.
Menurutnya yang terpenting dari transisi ekonomi adalah adanya progres dari pertumbuhan dan kontribusi sektor lain di luar pertambangan dan penggalian. Progres itu diharapkan dapat tumbuh secara konsisten tiap tahunnya.
“Jadi bukan besarannya, bagi saya sekarang itu ada progresnya. Misalnya sekarang, (PDRB Sektor Pertanian) di atas 10-11 persen, itu dari berapa tahun lalu? Tahun ini berapa? Jadi bagi kita progres itu yang penting,” ucapnya. (*)
