BERAU TERKINI – Kabar gembira datang dari ujung pesisir Bidukbiduk. Setelah hampir dua tahun masyarakat Kampung Teluk Sumbang hidup dalam keterisolasian, sebuah infrastruktur megah kini berdiri tegak menghubungkan kembali denyut nadi kehidupan warga.
Jembatan baru yang memiliki desain unik menyerupai kelomang atau keong ini resmi dioperasikan untuk menggantikan jembatan lama yang luluh lantak diterjang air bah dari pegunungan.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Belawa Maha Karya KSO Senoni Karya Utama ini memakan waktu pembangunan selama setengah tahun sejak Juni 2025.
Dengan kucuran dana APBD Berau senilai Rp14,8 miliar, jembatan ini hadir dengan spesifikasi teknis yang kokoh, memiliki bentang sepanjang 40 meter dengan girder 10 meter serta lebar efektif mencapai 4 meter.
Pada Selasa (13/1/2026), Bupati Berau, Sri Juniarsih, meresmikan langsung jembatan ikonik tersebut.
Dalam sesi wawancara dengan awak media, ia menegaskan, pembangunan ini merupakan jawaban konkret pemerintah atas jeritan hati masyarakat yang selama ini terhambat aksesnya.
“Ini disampaikan saat Musrenbang dan ini memang prioritas kami. Pemerintah hadir untuk menjawab keresahan yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat pesisir,” ujar Sri Juniarsih.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Bupati Berau ini menjelaskan, peran jembatan ini sangat vital karena menopang mobilitas harian warga, mulai dari akses ekonomi, jalur berangkat sekolah bagi anak-anak, hingga akses bagi para pekerja.
Namun, ada satu hal yang membuat jembatan ini semakin istimewa, yakni posisinya sebagai gerbang menuju destinasi wisata baru, Pantai Sinondok.
Pantai Sinondok sendiri disebut-sebut sebagai satu-satunya destinasi di Bumi Batiwakkal yang menawarkan hamparan batu koral dengan pemandangan laut yang memesona.
“Jadi, tidak hanya menghidupkan ekonomi dan sosial masyarakat, namun ada destinasi wisata juga di sana,” terangnya.
Kebahagiaan yang sama juga terpancar dari Kepala Kampung Teluk Sumbang, Badri Husni Setiawan.
Mewakili warga, ia menyampaikan apresiasi karena aspirasi yang terus disuarakan sejak bencana 2023 akhirnya terealisasi dalam bentuk bangunan permanen.
Ia berharap jembatan ini tidak hanya menjadi alat penghubung, tetapi juga ikon baru bagi kampung mereka.
“Alhamdulillah ada jembatan permanen dan jadi ikon wisata kampung kami. Ini aspirasi yang selalu kami sampaikan dan alhamdulillah dijawab pada tahun ini,” tutur Badri.
Meski demikian, Badri tetap menaruh harapan besar agar pemerintah ke depan juga memberikan sentuhan pembangunan pada infrastruktur pendukung di Pantai Tanjung Sinondok.
Ia optimistis, dengan bantuan program pemerintah, panorama bawah laut Bidukbiduk akan semakin menarik minat wisatawan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.
“Semoga diberikan juga sentuhan program di sana,” pungkasnya. (*)
