YOGYAKARTA – Pria yang mengaku sebagai orang pelayaran yakni TTW ditetapkan polisi sebagai tersangka penganiayaan kekasih driver ShopeeFood.

Takbirdha Tsalasiwi Wartyana alias TTW (25) ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap kekasih driver ShopeeFood.

Sebelumnya, aksi TTW yang memarahi driver ShopeeFood dan kekasihnya itu sempat viral di media sosial. Akibat aksi TTW itu, ratusan driver ShopeeFood menggeruduk rumahnya di bilangan Godean, Sleman, DI Yogyakarta sebagai rasa solidaritas.

Kini TTW dan tiga orang lainnya dijadikan tersangka oleh pihak Polresta Sleman. Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan bahwa pihaknya telah merampungkan penyidikan.

Di mana pada hari Minggu (6/7/2025) lalu, Satreskrim Polresta Sleman telah menahan 3 laki-laki pelaku penganiayaan yakni TTW (25), RHW (32), dan RTW (58).

Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo menegaskan pihaknya akan melakukan penegakan hukum secara profesional dan menindak segala bentuk pelaku kriminalitas.

“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional dan tidak mentolerir dan menindak tegas terhadap pelaku tindak kriminal,” ujar Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo dikutip dari akun resmi Instagram Humas Polresta Sleman.

Pelanggan ShopeeFood meminta maaf usai melakukan aksi arogan
Pelanggan ShopeeFood meminta maaf usai melakukan aksi arogan (Instagram/@merapi_uncover)

Sebelumnya diberitakan, seorang berinisial TTW yang mengaku orang pelayaran dan menganiaya driver ShopeeFood akhirnya meminta maaf dan siap menjalani proses hukum.

Pengemudi ojek online (ojol) dari aplikasi ShopeeFood menggeruduk rumah seorang pria di Bantulan, Godean, Sleman. Mereka datang sebagai bentuk aksi solidaritas usai rekan kerjanya diduga dianiaya.

Penganiaya tersebut merupakan seorang pria yang memesan makanan lewat aplikasi ShopeeFood. Namun pria tersebut marah lantaran pesanannya datang terlambat.

Driver ShopeeFood dan kekasihnya mencoba menjelaskan alasan keterlambatan, tetapi pria justru menyinggung dirinya sebagai orang pelayaran dan melampiaskan amarah hingga menganiaya kekasih driver ShopeeFood.

Usai kejadian itu, ratusan driver ShopeeFood menggeruduk rumah pemesan makanan itu. Massa driver ShopeeFood terlibat aksi saling dorong.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Wahyu Agha Ari Septian, mengatakan kericuhan ini dipicu oleh kejadian antara sang pemesan makanan dengan seorang pengemudi ojol.

“Jadi itu rangkaian kejadiannya berawal dari 3 Juli 2025, ada miskomunikasi antara si driver shoope food dengan pelanggan,” kata AKP Wahyu dikutip dari Beritasatu.

“Kejadiannya driver ShopeeFood dapat orderan dari terlapor, tetapi dia terlambat mengantar karena ada double order. Kemudian terlapor tidak terima, sehingga terjadi cekcok yang mengakibatkan pacar si driver online mendapat luka cakaran dan merasa dijambak,” jelasnya.

Ketegangan meningkat ketika massa yang tidak jauh dari lokasi rumah pelanggan melampiaskan kemarahan.

Salah satunya terhadap mobil patroli milik Polsek Godean yang tengah terparkir. Mobil tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

“Karena ketidakpuasan, dari driver shoope food akhirnya melampiaskan dengan merusak fasilitas umum termasuk mobil polisi,” ujar AKP Wahyu.

Pihak kepolisian memastikan akan mengusut dua peristiwa hukum yang terjadi, yakni kasus dugaan penganiayaan terhadap pacar pengemudi ojol dan tindakan perusakan mobil patroli.

Usai rumahnya digeruduk massa driver ShopeeFood, pemesan makanan tersebut akhirnya minta maaf. Dirinya mengaku menyesal telah berbuat arogan kepada driver ShopeeFood dan kekasihnya.

Pria yang belakangan diketahui berinisial TTW mengaku siap untuk menerima konsekuensi hukum atas tindakannya itu.

“Saya memohon dengan tulus untuk meminta maaf kepada korban dan driver ojol terutama driver Shopee atas kejadian kamis 3 juli 2025,” ujar TTW dikutip dari akun Instagram @merapi_uncover

“Dengan hal itu saya sangat menyesal, dan saya menerima konsekuensinya dengan prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.