BIATAN – Wisata Air Panas Pemapak Bapinang semakin bersinar di kalangan wisatawan. Objek wisata andalan Kabupaten Berau di Kampung Bapinang, Kecamatan Biatan, ini selalu mengundang decak kagum para pengunjung.

Peningkatan signifikan terlihat dalam jumlah kunjungan dan retribusi yang melonjak tajam dari waktu ke waktu. Bahkan mencapai 200 persen pada 2024.

Kendati kian dikenal, pembangunan dan pembenahan destinasi ini masih terus dilakukan.

“Masih banyak yang harus dibenahi,” ujar staf teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Andi, Rabu (9/7/2025).

Dia mengatakan, tahun ini, Pemkab Berau kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk melanjutkan pengembangan.

Rencana pembenahan cukup ambisius, mulai dari penataan jalur masuk dan keluar, pembangunan jalur tracking, hingga penambahan fasilitas seperti kios souvenir, gazebo besar, taman bermain anak, dan kolam buatan.

“Yang paling berat itu penataan sungainya. Masih berlumpur. Kami akan sulap agar lebih nyaman dan estetik,” katanya.

Tak hanya infrastruktur, kekuatan wisata Air Panas Pemapak Bapinang juga terletak pada pengelolaannya yang kolaboratif.

Pemerintah daerah melibatkan BUMDes dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat dalam operasional harian yang membuat destinasi ini semakin banyak dikunjungi lantaran pengelolaannya semakin profesional.

“Kalau pengunjung ramai, mereka langsung tambah tenaga untuk bersih-bersih. WC-nya bersih, lingkungan terjaga. Itu karena kolaboratif yang kompak antara pemerintah daerah dan pengurus di kampung,” kata Andi bangga.

Meski Pemapak menjadi prioritas, Disbudpar tetap membuka peluang untuk destinasi lain. Namun, pembangunan harus mengedepankan analisis kepariwisataan, mulai dari status lahan hingga kesiapan masyarakat.

“Tidak bisa asal bangun. Harus aman dari sisi hukum dan terpenting punya daya tarik. Masyarakatnya siap mengelola,” tegasnya.

Ke depan, Disbudpar berharap sektor pariwisata bisa berdiri sejajar dengan tambang batubara sebagai penggerak ekonomi daerah.

Untuk itu, kerja sama lintas sektor dan dukungan akademisi seperti dari Universitas Mulawarman terus diperkuat.

“Kami ingin pariwisata Berau maju, tapi tetap berkelanjutan dan melibatkan semua elemen,” pungkasnya. (*/Adv Kominfo)