BERAU TERKINI – Pengembangan objek wisata Air Panas Asin Pemapak di Kecamatan Biatan memasuki babak baru yang ambisius.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2025 telah mengalokasikan dana sebesar Rp3,5 miliar untuk pembangunan tahap kedua.
Penyempurnaan ini dilakukan untuk memastikan Air Panas Asin Pemapak siap menyambut lonjakan pengunjung, terutama saat libur akhir tahun, mengingat destinasi ini telah menjadi salah satu yang paling diminati di Berau.
Kepala Staf Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Andi Nursyamsi, menjelaskan, fokus awal tahap kedua adalah penataan sistem dasar, terutama drainase.
“Karena lokasinya di tengah hutan, kami harus memastikan sistem aliran air tertata baik agar sumber air panas tidak tercampur dengan air sungai maupun air hujan. Jika tidak ditata, kualitas air bisa menurun,” ujar Andi.
Langkah strategis ini telah rampung 100 persen dan berhasil memisahkan jalur air, menjamin kualitas air panas tetap optimal bagi pengunjung.
Setelah penataan drainase, pekerjaan dialihkan pada peningkatan fasilitas dan estetika kawasan, merespons masukan langsung dari pengunjung selama dua tahun terakhir.
Pertama, jumlah toilet yang sebelumnya hanya empat pintu, kini dilipatgandakan menjadi delapan pintu.
Penambahan ini bertujuan untuk mengurangi antrean panjang dan meningkatkan kenyamanan.
Kedua, sungai air dingin yang menjadi daya tarik tambahan kini dipercantik pada kedua sisinya (sebelumnya hanya satu sisi).
Penambahan lantai batu alam dan pintu air membuatnya terlihat seperti kolam alami yang bersih. Bagian ini juga telah selesai 100 persen.
Ketiga, pembangunan jalur keluar baru sepanjang lebih dari 100 meter yang dibuat melintasi hutan kecil di sekitar lokasi.
Jalur tracking ini menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung untuk menikmati keindahan alam sebelum tiba di area parkir.
Keempat, Disbudpar menambah tiga kolam buatan baru untuk berendam air panas.
Kolam-kolam ini akan dilengkapi atap agar pengunjung tetap nyaman berendam meski di siang hari terik.
Selain itu, pihak pengelola juga tengah membangun pagar pengaman di dua titik, yakni depan dan sisi sungai.
Kemudian, membuat ruang terbuka hijau di sisi luar sungai air dingin yang dilengkapi taman dan jembatan penyeberangan (progres taman sekitar 80 persen).
Secara keseluruhan, progres pembangunan objek wisata Air Panas Asin Pemapak telah mencapai sekitar 70 persen.
Andi menargetkan seluruh pekerjaan akan rampung pada akhir November 2025.
“Kami menargetkan uji coba pembukaan dilakukan pada minggu pertama Desember 2025, sambil melakukan evaluasi. Harapannya, kawasan ini sudah bisa menyambut pengunjung saat libur akhir tahun,” tegasnya.
Penyempurnaan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kenyamanan pengunjung, mengingat tingginya minat masyarakat terhadap destinasi ini.
Sejak dibuka, tingkat kunjungan dan retribusi Air Panas Asin Pemapak dilaporkan telah meningkat signifikan, bahkan mencapai 400 persen dari target yang ditetapkan.
“Kami juga berencana memanfaatkan beberapa lahan kosong untuk membuat tenda atau tempat berteduh, menanggapi masukan pengunjung,” tutup Andi. (*/Adv)
