BERAU TERKINI – Anggaran belanja daerah yang semula ditargetkan Rp22,19 triliun, terealisasi Rp20,46 triliun. Hal ini memicu kritikan dari fraksi-fraksi DPRD Kaltim. Pasalnya, banyak anggaran yang tidak terserap.

“Cukup banyak anggaran yang tidak terserap. Mohon dijelaskan apa penyebabnya? Fraksi PAN-Nasdem mengingatkan agar pemerintah daerah melakukan optimalisasi belanja daerah,” ujar juru bicara Fraksi PAN-Nasdem, Abdul Giaz.

Kritikan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-19, Selasa (17/6/2025). Giaz menyebut, anggaran yang tidak terserap bisa dialihkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Support pada UMKM atau usaha ekonomi produktif akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Senada, Fraksi PKS melalui juru bicaranya, Subandi, menyoroti rendahnya kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Fraksi PKS mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh BUMD, serta reformulasi target kinerja BUMD yang lebih realistis dan berbasis pada indikator profitabilitas serta kontribusi PAD,” ucapnya. (Ftr/Adv/DPRD Kaltim)