BERAU TERKINI – Kekhawatiran terhadap abrasi di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk, semakin memuncak karena tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan sektor pariwisata daerah. 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai, menegaskan penanganan abrasi harus dipandang sebagai langkah penyelamatan destinasi wisata bahari unggulan, bukan sekadar proyek fisik pesisir.

Rifai menyoroti dampak abrasi yang terus menggerus garis pantai, berpotensi menghilangkan daya tarik wisata yang merupakan sumber utama penghidupan masyarakat setempat.

Ia mencontohkan kondisi di Pulau Kaniungan, yang termasuk dalam wilayah Teluk Sumbang, kini menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak. 

“Selama dua tahun terakhir, pasir pantai sudah terkikis sembilan meter. Bila tidak segera ditangani, kawasan wisata bisa kehilangan nilainya,” ujarnya.

Mengingat mayoritas masyarakat Teluk Sumbang menggantungkan ekonomi dari pariwisata bahari, kerusakan pantai dinilai bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi warga.

Rifai memastikan Komisi III akan mengkaji dan merencanakan langkah perlindungan pantai secara serius sebagai bentuk keberpihakan pada pelestarian destinasi wisata sekaligus perekonomian masyarakat. 

“Pariwisata adalah kekuatan Teluk Sumbang. Maka menjaga pantai berarti menjaga masa depan masyarakatnya,” tandasnya. (*/Adv)