TANJUNG REDEB – Dua murid SMP Islam Terpadu (IT) Ash Shohwah Berau membukukan namanya sebagai murid berprestasi di Kabupaten Berau, dalam ajang Islamic Youth Festival Kalimantan Timur 2026.

Diantaranya, Alfarizy Rayhan Farras murid kelas IX Ikhwan ini berhasil menyabet juara 1 Olimpiade Matematika.

Lalu, Nikmah Zulfa Ramadhanie murid kelas IX akhwat yang menjuarai Olimpiade Sains di peringkat pertama.

Keduanya dipastikan lolos ke kompetisi nasional di Jakarta untuk melawan murid SMP lainnya dalam olimpiade se Indonesia mewakili Kaltim.

Kepala SMPIT Ash Shohwah Berau, Hamidah Sahara, mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian kedua siswanya.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, bimbingan guru, dukungan orang tua, serta doa keluarga besar sekolah.

“Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi, melainkan bukti bahwa siswa sekolah Islam terpadu memiliki potensi besar untuk berprestasi,” ujarnya.

Apresiasi SMP IT Ahs Shohwah kepada para juara Islamic Youth Festival Kalimantan Timur 2026. (IG: @smpit_ashshohwah)
Apresiasi SMP IT Ahs Shohwah kepada para juara Islamic Youth Festival Kalimantan Timur 2026. (IG: @smpit_ashshohwah)

Hamidah menjelaskan, Islamic Youth Festival menjadi ajang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan, menguji pemahaman materi, serta melatih penalaran dan daya saing, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Dalam kompetisi tersebut, peserta dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, menganalisis persoalan, dan menyelesaikan soal secara tepat.

Ia menyebutkan, keberhasilan kedua siswa tidak diraih secara instan.

Mereka menjalani proses belajar dan latihan selama beberapa minggu, mulai dari memperkuat pemahaman konsep hingga membiasakan diri mengerjakan soal olimpiade.

“Tantangan terbesar adalah mengembangkan kemampuan siswa agar tidak hanya memahami materi reguler, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan olimpiade yang membutuhkan penalaran lebih mendalam,” jelasnya.

Menurut Hamidah, siswa juga harus mampu membagi waktu antara pembinaan kompetisi, pembelajaran reguler, dan kegiatan keislaman yang menjadi bagian penting dari pendidikan di SMPIT Ash Shohwah.

Setelah memperoleh kesempatan berlaga di tingkat nasional, pihak sekolah kini berfokus meningkatkan kesiapan akademik dan mental kedua siswa. Persiapan dilakukan melalui pendalaman materi, latihan soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, pembahasan soal olimpiade, serta simulasi kompetisi menggunakan batas waktu tertentu.

Sekolah juga akan memetakan kemampuan siswa untuk mengetahui materi yang telah dikuasai dan bagian yang masih perlu diperkuat.

Hamidah menegaskan, dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam proses persiapan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan belajar dan pembiayaan menuju kompetisi nasional.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berani mencoba, dan mengembangkan potensi terbaik yang telah Allah SWT anugerahkan,” pungkasnya.