BERAU TERKINI — Pemadaman listrik secara bergantian melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Berau selama hampir satu pekan terakhir.
Menurut PLN ULP Tanjung Redeb, pemadaman bergilir itu dipicu oleh gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.
Penyesuaian operasi berupa pemadaman terukur masih harus dilakukan akibat gangguan teknis pada sejumlah pembangkit listrik swasta.
“Kami berharap kondisi sistem dapat segera membaik. Namun, untuk waktu pemulihan sepenuhnya masih bergantung pada perkembangan penanganan gangguan dan kesiapan pembangkit,” ungkap Manajer PLN ULP Tanjung Redeb, Clif Salomo, kepada Berauterkini, Sabtu (24/10/2026).
Dia menyebut, rangkaian kendala terjadi secara bersamaan. Meski pemeliharaan PLTU Teluk Balikpapan dan PLTMG Bangkanai telah selesai, gangguan baru justru muncul pada pembangkit swasta, seperti PLTU Indoeka dan PLTGU Senipah, ditambah adanya perawatan berkala pada instalasi pasokan gas.
“Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan listrik belum sepenuhnya optimal, terutama saat kebutuhan listrik meningkat pada periode beban puncak,” jelas Clif.
Sebagai solusi jangka panjang, PLN tengah merealisasikan penambahan kapasitas pembangkit sewa sebesar 278 MW untuk sistem interkoneksi Kalimantan, di mana 45 MW di antaranya telah mulai beroperasi di Trisakti dan Batulicin.
“Melalui berbagai langkah yang berjalan secara paralel ini, kami terus berupaya meningkatkan kemampuan pasokan, sehingga intensitas penyesuaian operasi dapat semakin diminimalkan, termasuk di wilayah Berau, seiring dengan membaiknya kondisi sistem,” ucapnya.
Ia juga turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat.
Pihaknya mengimbau pelanggan untuk menghemat penggunaan daya, terutama saat periode beban puncak, guna membantu menstabilkan beban sistem selama proses pemulihan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada periode beban puncak dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan,” imbaunya. (*)
