BERAU TERKINI — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Berau menghadirkan beragam konsep kreatif yang diproses langsung di lokasi pameran Berau Expo 2026.

Sejak hari pertama, stand TP PKK menyuguhkan ragam aktivitas interaktif, mulai dari membatik, mengolah sabun, kelas kecantikan, hingga menganyam. 

Pada hari ini, fokus kegiatan tertuju pada pembuatan kerajinan anyaman serta kelas kecantikan yang terbuka untuk umum.

Anggota Pokja 2 TP PKK Berau, Yani, menjelaskan, konsep atraktif ini sengaja dirancang sesuai arahan panitia agar pameran memberikan dampak edukatif langsung kepada masyarakat.

“Tujuannya itu bagaimana TP PKK bisa semakin dikenal masyarakat, kemudian melalui kegiatan-kegiatan yang ada juga memberikan dampak yang baik kepada masyarakat atau pengunjung,” ungkapnya kepada Berauterkini, Jumat (23/10/2026).

WhatsApp Image 2026 10 23 at 18.49.53

Untuk memeriahkan pameran, pengurus dari empat pokja dan sekretariat digilir setiap hari dengan agenda berbeda. 

TP PKK Berau juga merangkul TP PKK kecamatan, seperti menghadirkan perajin dari Kecamatan Pulau Derawan yang mengolah limbah tempurung kelapa dari Tanjung Batu menjadi produk seni bernilai tinggi.

Produk olahan tempurung kelapa yang diperkenalkan meliputi kotak tisu, tas, hingga tempat perhiasan dengan nilai jual bervariasi.

“Dari tempurung kelapa itu dibikin kotak tisu, tas, kotak perhiasan juga. Kalau mereka jual satu tas tadi ada sampai harga 250 ribu,” ujarnya.

Berbeda dari stand pameran pada umumnya, TP PKK Berau memilih tidak menjual produk secara langsung, melainkan menawarkan pengalaman belajar karya kreatif serta membagikan berbagai hadiah kuis (doorprize).

Yani berharap keberadaan stand ini dapat mempopulerkan produk lokal berbahan baku tempurung kelapa agar makin dikenal luas oleh masyarakat.

“Lebih dikenal lagi produknya, bagaimana masyarakat tahu ada produk dari tempurung kelapa,” harapnya.

Ia menambahkan, siapapun pengunjung dapat berpartisipasi mencoba membuat kerajinan di lokasi. 

Mengenai durasi pengerjaan, hal itu bergantung pada tingkat kerumitan masing-masing produk.

“Kalau untuk lama prosesnya tadi sebenarnya dari bentuknya, kalau seperti alas-alas gelas mungkin cepat saja ya 1 hari, 2 hari, tapi kalau yang tas mungkin lebih dari 2 hari,” pungkasnya. (*)