BERAU TERKINI — Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, menggelar kegiatan kerja bakti dalam rangka gerakan Jumat Bersih untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, mempererat silaturahmi, serta membangun sinergi antarinstansi.

Kerja bakti yang dipusatkan di kawasan belakang Kantor Bupati Berau atau sekitar Jalan Karang Ambun ini melibatkan Kelurahan Gayam, perangkat pemerintah, masyarakat RT 06, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga anak-anak.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau turut mengerahkan armada truk untuk mengangkut sampah ke TPA Bujangga.

Lurah Gayam, Purwawijaya, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi dan antusiasme warga RT 06 dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan dalam rangka gerakan Jumat Bersih di Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan dalam rangka gerakan Jumat Bersih di Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, Jumat (23/10/2026).

“Saya pusatkan di situ saja tidak menambah ke RT lain karena program ini mencoba menumbuhkan rasa semangat gotong royong warga di salah satu RT 6,” ungkapnya kepada Berauterkini, Jumat (23/10/2026).

Purwawijaya berharap aksi gotong royong ini dapat menjadi pemicu kesadaran bagi wilayah lain agar turut menggalakkan gerakan serupa secara berkala.

“Sebuah kebanggaan buat saya kalau setiap program kerja bakti itu semangat warganya tinggi. Ini membuat gerakan Jumat Bersih ini menular ke RT-RT yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan sasaran Jumat Bersih akan difokuskan secara bergantian ke wilayah yang tingkat kesadaran kebersihannya masih rendah.

“Kita cari daerah yang kesadaran masyarakatnya sedikit kita coba lagi, seperti itulah kita coba meramu di masyarakat,” katanya.

Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga agar memandang sampah bukan sebagai masalah, melainkan hal yang harus dikelola dengan benar sejak dari rumah.

“Sampah itu harus terpilah dari rumah, jadi mana yang bisa digunakan, yang bisa dibuang, yang bisa dimanfaatkan, yang bisa secara ekonomi menjadi nilai ekonomis,” tutupnya. (*)