BERAU TERKINI – Politeknik Sinar Mas Berau Coal kembali mencetak lulusan baru. Sebanyak 72 wisudawan dan wisudawati resmi diwisuda dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel Mercure, Tanjung Redeb, Kamis (27/11/2025).

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan kehadiran pejabat Pemerintah Kabupaten Berau, jajaran manajemen PT Sinar Mas dan PT Berau Coal, serta keluarga para lulusan.

Direktur Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Kris Adi Nugraha, menyampaikan, wisuda tahun ini menjadi capaian penting. 

Sebab, dari 72 lulusan, 39 orang sudah berhasil memperoleh pekerjaan. Sementara, 33 lainnya tengah berupaya mencari pekerjaan sesuai program studinya.

Wisuda kelima ini, kata dia, melengkapi total lulusan politeknik menjadi 271 orang, di mana 205 atau sekitar 75 persen di antaranya telah bekerja.

“Jika ditarik dari angkatan pertama hingga keempat, angka serapan kerjanya mendekati 80 persen,” ujar Kris.

Ia mengungkapkan, sebagian besar lulusan terserap di industri lokal Kabupaten Berau, baik di perusahaan swasta maupun instansi pemerintah. 

Menurutnya, hal ini membuktikan, politeknik mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di daerah.

Kris juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan mitra industri. Ia menegaskan, pendidikan di politeknik tidak hanya menekankan kompetensi teknis. 

Namun juga mental, sikap, dan kedisiplinan, sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Empat modal utama yang harus kalian pegang adalah skill, mindset, attitude, dan karakter. Karakter adalah fondasi paling penting: kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keberanian, dan empati,” paparnya.

“Itu akan membuat kalian dipercaya dan membuka pintu kesempatan,” sambungnya.

Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Wiedhartono, juga menyampaikan, kualitas lulusan kali ini mencerminkan mutu pendidikan vokasi yang telah dikembangkan secara serius. 

Menurutnya, politeknik telah menjadi bagian penting dari program pengembangan SDM dan ekonomi daerah.

“Pendidikan vokasi ini menjadi jembatan antara dunia industri dan pendidikan. Kurikulum 70 persen praktik dan 30 persen teori diterapkan agar lulusan benar-benar siap kerja sejak akhir masa studi,” jelas Arief.

Ia juga mengungkapkan, politeknik tengah menyiapkan peminatan baru di bidang perkebunan dan pengolahan coklat (kakao). 

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi pasca tambang, serta penyediaan lapangan kerja baru di sektor non-tambang.

Pihaknya ingin lulusan politeknik tidak hanya bekerja di tambang. Peluang di perkebunan hingga sektor pariwisata juga terbuka luas.

“Dunia industri berubah cepat dan yang bisa bertahan hanyalah SDM yang kompeten,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Berau, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Berau, Rusnan Hefni, juga menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada para lulusan.

“Mereka ini harapan besar pembangunan daerah. Semoga tetap menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan etos kerja,” ujarnya.

Ia menilai, Politeknik Sinar Mas Berau Coal telah menjadi pilar penting dalam mencetak tenaga kerja terampil dan tersertifikasi, terutama di bidang vokasi, teknik, dan pertambangan.

“Pemerintah daerah juga berharap politeknik terus berkembang, memperluas jurusan, dan menjadi pusat unggulan vokasi di Kalimantan Timur,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi, juga memberikan dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan vokasi. 

Ia menilai konsistensi PT Berau Coal dalam mendukung pendidikan politeknik patut diapresiasi.

Dengan hampir 80 persen lulusannya sudah bekerja, ke depan, kuotanya juga perlu diperbanyak.

“Saya kira perlu juga dilakukan pembinaan kewirausahaan agar lulusan tidak hanya menunggu pekerjaan, tetapi bisa menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Dalam wisuda itu, terdapat satu sosok wisudawati inspiratif. Dia adalah Mardiah, penerima beasiswa lingkar tambang dan lulusan terbaik Jurusan D3 Survei dan Pemetaan dengan IPK 3,99.

Ia mengaku bersyukur memperoleh kesempatan kuliah berkat beasiswa dan berharap lebih banyak anak daerah mendapatkan peluang serupa.

“Saya berharap bisa membantu perekonomian keluarga. Rencana ke depan, saya ingin mengikuti pelatihan P4M untuk pengawas pertambangan,” ungkapnya.

Wisuda tahun ini tidak hanya menjadi penutup masa studi, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru menuju dunia kerja dan kontribusi nyata. 

Pendidikan vokasi terbukti menjadi jalan strategis untuk membangun SDM yang siap kerja, adaptif, dan berdaya saing. (*/Adv)