BERAU TERKINI – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Berau terus diperkuat.

Sebanyak 60 kader Posyandu di Kelurahan Teluk Bayur mengikuti pelatihan 25 kompetensi dasar selama dua hari, 8–9 April 2026.

Kegiatan ini merupakan inisiasi PT Berau Coal yang berkolaborasi dengan Puskesmas Teluk Bayur serta Pemerintah Kelurahan Teluk Bayur.

Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Terlebih, kader Posyandu memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan ibu hamil, balita, remaja, hingga kelompok usia lainnya.

Community Base Development (CBD) Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara perusahaan, pemerintah, dan tenaga kesehatan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang baik ini. Pelatihan ini sangat penting untuk memperkuat peran kader sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

60 kader posyandu ikut pelatihan dasar di Kelurahan Teluk Bayur. (Ist)
60 kader posyandu ikut pelatihan dasar di Kelurahan Teluk Bayur.
(Ist)

Menurutnya, peningkatan kapasitas kader bukan hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam pencegahan stunting.

“Kami tidak hanya ingin berperan di hilir, tetapi juga di hulu, yakni pada upaya pencegahan. Penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam percepatan penurunan stunting,” tegasnya.

Sementara itu, mewakili Camat Teluk Bayur, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Teluk Bayur, Susilowati, menekankan pentingnya pelatihan ini untuk menunjang kinerja kader di lapangan.

Ia menyebut, para kader yang berasal dari berbagai latar belakang usia tetap menunjukkan semangat tinggi dalam menjalankan tugas sosial melayani masyarakat.

“Pelatihan ini sangat penting agar kader memiliki kemampuan dasar yang memadai, mulai dari pelayanan, pencatatan hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Susilowati juga menyampaikan apresiasi kepada PT Berau Coal atas dukungan melalui program CSR yang memungkinkan pelatihan ini terlaksana.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian PT Berau Coal terhadap masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Kolaborasi ini sangat membantu di tengah keterbatasan anggaran,” katanya.

Senada, Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menilai kegiatan ini sebagai wujud sinergi yang berjalan efektif antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan sektor swasta.

Ia berharap, pelatihan serupa dapat terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih inovatif agar semakin menarik dan berdampak luas.

“Dengan peningkatan kapasitas kader, kami optimistis pelayanan Posyandu akan semakin baik dan mampu berkontribusi dalam menekan angka stunting, khususnya di Teluk Bayur,” pungkasnya. (Adv)