GUNUNG TABUR – Pasien kasus hipertensi atau darah tinggi menjadi keluhan yang banyak ditangani oleh para tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Gunung Tabur pada awal tahun ini.

Berdasarkan catatan Puskesmas Gunung Tabur, setidaknya 415 pasien diperiksa dengan penyakit hipertensi dalam kurun 4 bulan, mulai dari Januari hingga April 2025.

Kondisi tersebut tidak dapat disepelekan karena akan berujung pada serangan jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan pada penglihatan.

Kepala UPTD Puskesmas Gunung Tabur, I Made Mahendra, menjelaskan, dalam kondisi pasien tak mendapatkan pengobatan, maka bisa berujung pada kematian.

“Penanganan memang harus segera dilakukan, tenaga medis kami siap melayani keluhan itu,” kata Mahendra, Kamis (15/5/2025).

Dirinya menyampaikan, kendati menyiapkan pengobatan penyakit ini, langkah pencegahan lebih baik dilakukan oleh calon pasien.

Dia mengingatkan warga untuk memastikan pengelolaan stres hingga berat badan ideal menjadi fokus utama dalam tindakan pencegahan.

Menurutnya, tidur yang cukup dan konsumsi makanan dengan kadar garam minimal 5 gram dalam sehari juga dapat dijadikan kiat pencegahan.

Selain itu, warga juga perlu menjaga pola makan seimbang dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan kaya dengan serat.

“Makanan pengganti yang murah meriah bagus juga seperti singkong dan ubi,” kata dia.

Dia berpesan kepada perokok aktif agar dapat mulai menurunkan intensitas merokok secara perlahan. Dia memahami kebiasaan tak sehat tersebut tidak bisa seketika dihilangkan.

Oleh karenanya, pengguna rokok dapat menekan jumlah yang dikonsumsi dalam sehari dan mulai mencari cara alternatif untuk berhenti merokok.

“Banyak juga pasien merupakan perokok aktif,” ucap dia.

Mahendra menegaskan, perubahan gaya hidup merupakan tindakan efektif untuk menghindari penyakit yang diakibatkan dari hipertensi, selain melakukan konsultasi ke dokter bila dalam kondisi parah.”Mari benahi gaya hidup,” imbaunya. (*/Adv)