BERAU TERKINI – Upaya intervensi angka stunting melalui pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu poin krusial yang dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (12/2/2026).
Dalam forum tersebut, pemerintah kecamatan menekankan, penyediaan infrastruktur dasar merupakan langkah intervensi tidak langsung yang sangat menentukan keberhasilan penekanan angka stunting di daerah.
Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, mengatakan, langkah pemerintah dalam mengintervensi stunting harus selaras dengan pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat.
“Pembangunan ini penting sebagai intervensi tak langsung,” ujar Lutfi.
Selain air bersih, usulan prioritas lainnya mencakup pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan, mulai dari penambahan ruang kelas hingga peningkatan fasilitas di Puskesmas induk maupun Puskesmas Pembantu (Pustu).

Seluruh aspek pelayanan ini dinilai saling bertautan dalam upaya besar pemerintah menekan angka stunting di Bumi Batiwakkal.
“Ini sangat saling berkaitan, penting untuk jadi perhatian serius,” tambahnya.
Lutfi juga menyoroti urgensi pembangunan turap di sepanjang bantaran sungai.
Infrastruktur ini dinilai sangat strategis, bukan hanya untuk menjaga struktur tanah, tetapi juga sebagai proteksi warga dari ancaman predator buaya air tawar yang kerap meneror pemukiman.
Selain itu, turap diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat yang masih membuang kotoran langsung ke sungai, demi menjaga kualitas air Sungai Segah dan Kelay yang menjadi sumber utama bagi beberapa SPAM di Gunung Tabur.
Secara keseluruhan, terdapat 378 usulan yang dihimpun dari 10 kampung dan 1 kelurahan di Gunung Tabur.
Selain masalah sanitasi dan kesehatan, kebutuhan akan jaringan listrik di beberapa kampung pelosok menjadi catatan mayor yang diharapkan dapat ditangkap oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Semoga ini dapat selaras dengan program di OPD,” harap Lutfi.
Merespons aspirasi tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih, memberikan dukungan penuh terhadap pengoperasian Puskesmas 24 jam untuk melayani kegawatdaruratan.
Namun, ia memberikan peringatan keras kepada tenaga kesehatan agar tidak ada lagi penolakan pasien hanya karena kendala administratif.
“Jangan ada pasien yang ditolak atau bermasalah karena kelalaian tenaga kesehatan. Administrasi bisa menyusul,” tegas Bupati.
Di sektor pendidikan, Sri Juniarsih mengumumkan sejumlah rencana pembangunan fisik tahun ini, di antaranya pembangunan ruang belajar di SDN 002 Merancang Ulu dan SMP 1 Gunung Tabur, pembuatan rombel di SDN 04, serta rehabilitasi ruang kelas di SDN 001 Gunung Tabur.
Meskipun tuntutan infrastruktur jalan cukup tinggi, Sri Juniarsih meminta masyarakat dan para Kepala Kampung untuk bersikap realistis di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami efisiensi.
Ia memastikan pembangunan tetap berjalan namun dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.
“Jalan umum ini akan kami penuhi. Tapi Pak Kakam bersabar ya di tengah efisiensi anggaran,” pungkasnya. (*)
