BERAU TERKINI – Sebanyak 26 warga binaan Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb resmi mendapatkan program Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB) pada Sabtu (15/11/2025) pagi.

Penyerahan SK integrasi tersebut dilaksanakan di lingkungan rutan dan dihadiri jajaran petugas pemasyarakatan serta perwakilan dari seksi pembinaan.

Kepala Rutan Tanjung Redeb, Yudhi Khairudin, menyampaikan, penilaian terhadap warga binaan dilakukan secara ketat dan objektif oleh tim pembina. 

Mereka mempertimbangkan disiplin, keaktifan mengikuti program pembinaan, serta komitmen untuk berubah.

Program ini menjadi bukti bahwa sistem pembinaan di Rutan Tanjung Redeb berjalan baik.

“Warga binaan yang telah menunjukkan perubahan sikap, disiplin, dan tanggung jawab berhak mendapatkan kesempatan untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Program PB dan CB, kata Yudhi, merupakan hak integrasi yang diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat substantif maupun administratif. 

Mulai dari menjalani sebagian masa pidana, berkelakuan baik, hingga menunjukkan kemajuan signifikan dalam program pembinaan. 

Pemberian hak ini juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat proses reintegrasi sosial dan mengurangi permasalahan kelebihan kapasitas (overcrowding) di lembaga pemasyarakatan.

“Meski mendapat PB dan CB, mereka masih dalam masa bimbingan dan pengawasan,” paparnya.

Selain itu, mereka juga diwajibkan melapor secara berkala ke Balai Pemasyarakatan hingga seluruh tahapan pembinaan dinyatakan tuntas.

Yudhi juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap mantan warga binaan.

“Dengan diterima di tengah masyarakat dan mendapatkan kesempatan kerja, jadi penanda keberhasilan reintegrasi sosial dan pencegahan residivisme,” terangnya.

Program PB dan CB di Rutan Tanjung Redeb tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah hunian. 

Tetapi juga bertujuan mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali berdaya, mandiri, dan berperan positif setelah kembali ke keluarga serta lingkungannya.

Rutan Tanjung Redeb menyatakan akan terus memperkuat berbagai model pembinaan, mulai dari pelatihan kemandirian, pembinaan mental-spiritual, hingga kegiatan edukatif yang mendukung perubahan karakter. 

“Harapannya, mantan warga binaan dapat menjalani masa depan yang lebih baik dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat di lingkungannya,” pungkasnya. (*)