Agar Merata, Erlita Herlina Minta Penyaluran Bantuan Rumah Tidak Layak Huni Bergantian Bila Terbatas Anggaran

  • Whatsapp

Foto: Bantuan Rumah Tidak Layak Huni Harus Tepat Sasaran dan Merata di semua Kecamatan

TANJUNG REDEB,- Anggota Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Elita Herlina, mengapresiasi upaya pemerintah kabupaten Berau dalam mengentaskan kesenjangan sosial di masyarakat dengan memberikan bantuan renovasi.

Bacaan Lainnya

Dimana kata dia, Pemkab Berau melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Berau 2022 ini akan memberikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk 157 unit di 8 Kecamatan dengan menggunakan APBD Berau.

“Kita berharap bantuan RTLH itu merupakan skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat, karena masyarakat kita masih banyak yang memerlukan bantuan RTLH itu. Terlebih lagi pada saat saya melakukan reses, banyak keluhan dan aspirasi warga tentang keluhan rumah mereka memerlukan bantuan rehab,”ucapnya.

Politisi Partai Golkar tersebut mengungkapkan dirinya sempat melakukan rapat dengan Disperkim dan menyampaikan beberapa masukan terkait bantuan RTLH.

Kata dia, beberapa poin penting yang menjadi penekanan Komisi 2 yakni penyaluran bantuan RLTH harus benar-benar tepat sasaran dan tidam terfokus kecamatan tertentu. Namum harus merata di 13 kecamatan.

“Karena rata-rata setiap kecamatan memerlukan jadi harus merata. Selain itu proses pendataan dan verifikasi calon penerima juga harus teliti. Jangan sampai salah sasaran,”tegasnya.

Memang, keterbatasan anggaran masih menjadi alasan utama mengapa Disperkim dalam menyalurkan bantuan RTLH belum merata. Namun begitu, semestinya OPD bisa mensiasati dengan cara bergiliran. 

Dia Mencontohkan, semisal tahun ini di kecamatan Sambaliung, maka tahun berikutnya di kecamatan Gunung Tabur, begitu seterusnya sampai semua kecamatan tersentuh.

Elita berharap ke depan untuk bantuan program RTLH ini agar sekiranya dapat merata dan terbagi di semua kecamatan di Bumi Batiwakkal. Karena masih banyak rumah masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian untuk program layak huni.

“Jadi masyarakat juga harus memahami jika memang tahun ini di kampung atau kecamatan mereka tak mendapatkan bantuan RTLH ini yaitu dikarenakan keterbatasan anggaran yang menjadi penyebabnya,”bebernya.

Pos terkait