Marak Pencurian Listrik di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Bupati Minta Diskoperindag Tertibkan

  • Whatsapp

Foto: Bupati saat menemukan aktivitas pencurian listrik di Pasar Sangga Adji Dilayas

TANJUNG REDEB- Saat kunjungan Bupati Berau, Sri Juniarsih ke Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), menyoroti adanya aksi “pencurian” listrik oleh sejumlah pedagang pasar, untuk keperluan pembuatan es batu untuk mengawetkan ikan yang dijual.

Bacaan Lainnya

Kendati tindakan itu bersifat ilegal, dan cukup merugikan pemerintah daerah, karena biaya pembayaran listrik menjadi membengkak. Namun, Pemkab Berau masih memberi pemakluman.

“Memang ini merugikan bagi Pemkab Berau, karena beban biayanya lebih besar. Ini sudah kami bahas, dan meminta Diskoperindag Berau, untuk mengurus dan menyelesaikannya,” katanya.

Dirinya juga sempat berdialog dengan pengguna listrik di sana. Dan memang kata Sri Juniarsih, tindakan itu dilakukan karena terpaksa. Lantaran perlu es batu untuk mengawetkan jualan ikan basah, maupun dagangan yang rentan busuk apabila tidak diawetkan.

“Dari pengakuan sejumlah pedagang, ada yang menggunakan listrik tanpa pemberitahuan ke pengelola pasar 3 hingga 7 tahun,” tuturnya.

Terkait hal itu, dirinya juga meminta kepada Diskoperindag Berau untuk segera merapikannya. Bahkan, dia meminta untuk membuatkan meteran listrik khusus untuk pedagang tersebut. Dengan catatan, pedagang tersebut dapat membayar listriknya.

Selain itu, perempuan nomor satu di Kabupaten Berau itu, juga mengaku, dengan kejadian tersebut, akan menjadi evaluasi ke depan, untuk menghindari hal tersebut kembali terjadi.

“Memang, mereka yang menggunakan listrik itu juga menyadari kesalahan mereka. Dan ini juga akan jadi koreksi bagi kami ke depan, agar bisa lebih rapi lagi,” jelasnya.

Tidak itu saja, untuk beberapa bangunan di pasar yang mengalami kerusakan kecil, juga akan di perbaiki melalui APBD Murni 2023. Agar, masyarakat yang datang berbelanja ke sana lebih nyaman.

“Memang saya lihat, ada kerusakan dan perbaikan kecil yang harus dilakukan. Seperti keramik rusak, dan lain sebagainya. Intinya masih skala kecil. Dan akan dianggarkan di Murni 2023 mendatang,” pungkasnya. (/)

Pos terkait