Plafon Ruang Paripurna Bolong, Butuh Anggaran Sekitar Rp 5 miliar Untuk Perbaikan

  • Whatsapp

Foto: Kondisi Plafon Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau yang rusak

TANJUNG REDEB, – Ruang Rapat Paripurna di Gedung DPRD Berau dan beberapa ruang lainnya mengalami kerusakan akibat rembesan air hujan.Ketua DPRD Berau, Madri Pani meminta ada bentuk dukungan pembiayaan segera melakukan penanganan.Perbaikan atap dan plafon gedung DPRD Berau, diperkirakan Rp 5 miliar.

Bacaan Lainnya

Ruang rapat dan sejumlah ruangan staf DPRD Berau juga ketika hujan, airnya menetes di tengah-tengah ruangan. Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengatakan, sebagai lembaga mitra pemerintah daerah, perbaikan atap dan plafon gedung DPRD Berau harus diprioritaskan.

Gedung DPRD Berau merupakan fasilitas melakukan rapat-rapat penting anggota dewan menjalankan peran dan fungsinya secara kelembagaan. Menurut Madri, sebagai gedung yang ditempati wakil rakyat, seharusnya mendapat perhatian dari Pemkab Berau.

“Cukup plafon dan atapnya saja yang direhab. Gedungnya tidak perlu. Apalagi, gedung DPRD Berau ini kerap dikunjungi tamu dari luar daerah untuk studi banding. Malu juga kalau gedung kita ini dilihat orang,”ungkapnya.

Politisi Nasdem ini mengatakan, gedung DPRD sudah lama sehingga beberapa bagian plafonnya rapuh. Ia mengkhawatirkan, jika terus dibiarkan, plafon tersebut akan lebih banyak rusak dan ambruk karena rembesan air hujan.

Menurutnya, bangunan Kantor DPRD Berau ini memang perlu di rehab, pasalnya sudah terlalu lama usianya, dan perlu mendapatkan perbaikan. Sebab, kebocoran juga terjadi di beberapa ruang komisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berua, Taupan Madjid mengatakan, pihaknya sudah pernah melakukan pekerjaan namun sifatnya tidak permanen. Sehingga kata dia, perlu dilakukan identifikasi secara menyeluruh.

Memang diakuinya, perbaikan atap dan plafon yang rusak bisa saja dilakukan secepatnya, namun dirinya khawatir perbaikan tersebut tidak bertahan lama. Apalagi sebelumnya juga sudah pernah dilakukan perbaikan, namun tetap kembali bocor.

“Maksud saya kita cari tahu dulu masalahnya, baru kita perbaiki secara permanen. Kita tidak ingin membuang-buang anggaran, hanya untuk perbaikan yang sifatnya sementara. Apalagi kata staff saya, sudah berulang kali diperbaiki tapi tetap bocor,” terangnya.

Diterangkannya, perencanaan perbaikan atap dan plafon gedung DPRD Berau memakan anggaran sekira Rp 5 miliar. Namun, anggaran ini harus mendapatkan persetujuan dari anggota DPRD melalui badan anggaran (Banggar) DPRD Berau.(*)

Editor: Rengkuh

Pos terkait