Diminta Mendampingi, Kadin Todong Balik Pemkab

  • Whatsapp

Foto: Ketua KadinBerau Fitrial Noor

TANJUNG REDEB – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau diminta untuk menjadi pendamping bagi pelaku usaha di Berau. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Bupati meminta Kadin Berau untuk mendampingi 15.000 UMKM di Kabupaten Berau. Namun, Kadin Berau minta Pemkab Berau juga serius.

Bacaan Lainnya

Ketua Kadin Berau, Fitrial Noor menegaskan, pada prinsipnya Kadin sangat siap untuk mengawasi industri kecil maupun UMKM di Kabupaten Berau. Apalagi, UMKM Berau diakuinya saat ini menjadi benteng peningkatan ekonomi daerah.

“Kami siap sekali tentu saja, karena kami juga memiliki prioritas pendampingan pada UMKM, tetapi kami meminta kepada daerah agar bisa mempertimbangankan masukan dari Kadin juga,” bebernya, Senin (17/1/2022).

Pria yang akrab disapa Pipit ini mengatakan, bahwa dukungan terhadap UMKM  harus bisa didorong dari sektor pariwisata. Namun, Pemkab Berau dirasa kurang untuk maksimal dalam menggodok peralihan sektor tersebut.

Pernyataan dari Pipit itu, dilatarbelakangi dari Berau yang hingga saat ini belum memiliki masterplan pariwisata, begitu juga branding terkait pariwisata Berau.

“Berau yang diinovasikan untuk tumbuh dari pariwisatanya harusnya memiliki masterplan, dan branding itu sendiri. Saya sudah sampaikan kepada Bupati Berau secara terang-terangan. Ini kan untuk kepentingan daerah juga,” jelasnya.

Apalagi potensi Berau memang sangat kuat di bidang pariwisatanya. Kendati begitu, pipit menjelaskan bahwa pihaknya selama ini bersama beberapa OPD Berau sudah bekerjasama dengan baik.

Menurut pandangan Pipit, tidak adanya masterplan dan branding saat ini perlu menjadi perhatian penting dan evaluasi Pemkab Berau. Bisa jadi, lantaran konsep yang kurang matang. Begitu juga wawasan terkait kedua hal itu tidak begitu diperhatikan dan diabaikan.

“Kawan-kawan pemerintah saat ini mungkin memang memiliki program dan mementingkan anggaran, tapi kurang dalam konsep. Hingga sekarang, kita juga belum memiliki kalender event. Jadi sepi di daerah sendiri. Bagaimana kita mencoba untuk peningkatan ekonomi jika konsepnya masih belum matang ya,” tegasnya.(*)

Editor: RJ Palupi

Pos terkait