Yakin Enggak Mau ke Berau, Ada Segudang Destinasi Loh

  • Whatsapp

Foto: Bupati Berau Sri Juniarsih saat berkunjung ke Kampung Merabu

TANJUNG REDEB, – Kabupaten Berau menyimpan banyak potensi ekonomis. Mulai dari sektor pariwisata,kelautan perikanan, pertanian,perkebunan tidak terkecuali pertambangan. Khususnya sektor pariwisata. Sri Juniarsih, bupati perempuan pertama di Berau menyebut potensi wisata yang dimiliki Bumi Batiwakkal, bisa menjadi andalan dan penopang pengembangan sektor ekonomi masyarakat dan daerah.

Bacaan Lainnya

Berau memiliki hampir semua daya tarik wisata. Jika biasanya Berau identik dengan wisata baharinya, kali ini coba mengulik sisi lain di wilayah hulu. Melangkah ke daerah hulu, semua orang akan dimanjakan dengan bentangan hutan yang sangat luas.

Itu membuat Kabupaten Berau disebut punya peran strategis dalam upaya menahan laju pemanasan global. Lahan dengan dominasi hutan, yang juga merupakan salah satu gudang karbon terbesar, sehingga dapat mengurangi emisi dari kegiatan mitigasi perubahan iklim.

Tidak hanya itu, kawasan karst yang memiliki beberapa nilai penting, seperti sejarah yang luar biasa, ilmiah, sosial budaya, dan ekonomi, serta sungai yang menjadi jalur penghubung antar kampung.

“Semuanya bisa jadi potensi wisata,” ujarnya.

“Beberapa waktu lalu, saya mencoba untuk menyusuri daerah-daerah di Kecamatan Kelay tepatnya di Kampung Merabu, Kampung Mapulu dan Kampung Panaan. Itu membuat saya berdecak kagum dengan keindahan alam Berau. Walau sempat merasa gugup berada di atas perahu kecil dengan arus sungai yang kencang tapi ini cukup mengasyikkan,” imbuhnya.

“Banyak potensi yang bisa dikembangkan di tempat ini. Semoga kita bisa mengelola nya dengan baik dan bijak,” tambahnya lagi.

Sri Juniarsih pun mengajak kepada masyarakat Berau untuk turut merasakan wisata hutan, dan karst tersebut.

“Untuk masyarakat Kabupaten Berau dan sekitarnya yang ingin merasakan indahnya Berau dengan versi berbeda, bisa mengambil pilihan ini untuk dijadikan tujuan berwisata bersama keluarga,” pungkasnya.(*)

Editor: RJ Palupi

Pos terkait