Ongkos Peti Kemas Naik Tinggi , Khawatir Harga 23 Kebutuhan Pokok Meroket

  • Whatsapp

TANJUNG REDEB, – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, khawatirkan harga ongkos angkut peti kemas yang meningkat. Hal itu disampaikan oleh beberapa distributor. Trend ini bisa berdampak pada kenaikan 23 jenis kebutuhan pokok.

Kepala Diskoperindag Berau Salim mengungkapkan, mendapatkan keluhan dari beberapa distributor lantaran adanya harga biaya kirim yang meningkat hingga Rp 6 juta dan hal ini sudah berjalan selama satu bulan.

Bacaan Lainnya

Salim mengakui, trend kenaikan itu bisa berdampak pada kenaikan setidaknya ada 23 bahan pokok, tak terkecuali minyak goreng. Apalagi, Berau masih memerlukan sokongan barang dari luar Kalimantan Timur yang biasanya datang dari pulau Jawa.

“Kami juga menanyakan hal yang sama kepada pihak swasta yang mengelola pelabuhan. Karena saat ini sudah tidak dipegang oleh Pelindo lagi,” bebernya, Senin (29/11/2021).

Sejauh ini, harga pengiriman peti kemas masih berkisar yakni Rp 15 juta per kontainer, namun meningkat menjadi Rp 21 juta per kontainer.  Selain harga ongkos kirim yang melonjak, adapun keterlambatan kapal darang, karena proses bongkar muat cenderung lebih lama bersandar.

Dikhawatirkan Salim, lambatnya alur bongkar muat dan harga ongkos kirim yang meningkat, dapat mempengaruhi harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru nanti.

“Kami sudah minta dengan provinsi untuk koordinasi dengan pihak pelabuhan, kami tidak punya wewenang untuk mengatur harga peti kemas, cuma ya seharusnya ada penjelasan mengapa harga naik sekali,” bebernya.

Sejauh ini pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan, untuk melihat harga dan ketersediaan stok.  Salim melanjutkan, secepatnya akan melakukan pemeriksaan stok bersama Kepala Daerah untuk melihat kondisi riil. Pihaknya juga meminta kepada Pemkab Berau untuk bisa menangani harga ongkos kirim yang sejauh ini masih naik.

“Kami akan turun menjelang Natal nanti, dan mengejar provinsi juga untuk dibantu dengan masalah harga. Kasian nanti jadi banyak yang rugi, walaupun besar harapan kami, stok tetap aman,” tutupnya. (*)

Editor: RJ Palupi

Pos terkait