Gamalis Akui Perusda PT Hutan Sanggam Lestari “Sakit Keras”

  • Whatsapp

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau tengah mengevaluasi perusahaan milik daerah sakit. Upaya menyehatkan juga dilakukan. Salah satunya PT Hutan Sanggam Lestari (HSL) yang bergerak di bidang perkayuan. Salah satu langkah ditempuh dengan melakukan pergantian direksi.

Menurut Wakil Bupati Berau Gamalis,keberadaan Perusda ditujukan untuk mampu memberikan profit serta pelayanan pada masyarakat. Sehingga pergantian yang dilakukan beberapa waktu lalu  diharapkan mampu memberikan spirit baru dalam operasional Perusda HSL.

Bacaan Lainnya

Sekaligus bagian dari upaya pemerintah daerah mengevaluasi kondisi perusahaan secara keseluruhan. Tidak hanya keuangan tetapi kinerja dan lain sebagainya terhadap HSL. Bahkan Gamalis mengaku ini menjadi pertaruhan untuk masa depan perusahaan plat merah tersebut.

Sebab pemerintah daerah tentu tidak bisa terus menerus menyuntikan dana untuk menyehatkan perusahaan yang terus merugi.

“Kalau direktur yang baru mampu memperbaiki, kita akan lanjutkan. Tetapi kalau dia angkat tangan, dan Pemda terus dibutuhkan untuk mensubsidi dana kesitu terus kita coba berpikir ulang untuk meneruskan ini,” tegas Gamalis.

Wabup juga mengakui bahwa PT HSL saat ini tengah “Sakit keras”. Sebab jika sehat tentu tidak akan ada pergantian direksi. Salah satunya yakni direktur HSL. Setelah pemberian amanah pada jajaran direksi baru, Pemkab Berau juga memberikan target kerja dan progres pemulihan Perusda. Direktur diminta memberikan laporan progres perkembangan perusahaan langsung kepada kepala daerah secara berkala.

Informasi diberikan Wabup, direktur PT HSL meminta waktu cukup untuk bisa memulihkan kembali Perusda ini, Sebab diungkapkan, upaya mengelola Perusda PT HSL ini seperti mengurai benang kusut dengan berbagai persoalan berat yang tengah dihadapi. Jika upaya ini belum membuahkan hasil, maka masih ada upaya lain yakni  diversifikasi usaha.

“Kita sama-sama tahu, kayu saat ini tidak sehebat dulu. Ya bisa jadi HSL ini tidak difungsikan lagi bekerja dibidang perkayuan tetapi merambah usaha lain. Seperti perkebunan sawit dan lainnya. Bisa itu karena masih satu saudara jenis usahanya,”bebernya.

Secara rinci, Gamalis mengaku tidak mengetahui berapa jumlah suntikan dana yang diberikan daerah kepada PT HSL selama ini. Hanya saja, dari informasi yang ia terima terakhir kali perusahaan ini menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 lalu.

“Sampai dengan saat ini laporan mengenai kondisi PT HSL dari direktur yang baru belum kami terima. Semoga ada harapan untuk Perusda yang berdiri sejak 2007 lalu ini,” tutupnya.(*)

Editor: RJ Palupi

Pos terkait