156 Koperasi Dalam Tahap Usulan untuk Dibubarkan

  • Whatsapp

TANJUNG REDEB – Upaya pemulihan ekonomi kini jadi satu agenda besar pemerintah. Unit ekonomi yang dibangun melalui koperasi juga diharapkan bisa mempercepat proses itu. Sayangnya, di Berau setengah dari 316 koperasi, nyaris tidak aktif.

Hal itu terungkap setelah Dikatakan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Berau, Salim mengungkapkan fakta. Sampai saat ini hanya tersisa 160 koperasi yang aktif. Sementara 156 di antaranya mati suri. Saat ini Disperindagkop Berau bahkan tengah menunggu rekomendasi dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk melakukan pembubaran ratusan koperasi itu.

Bacaan Lainnya

“Untuk yang tidak aktif ini sudah diusulkan pembubarannya dan saat ini sedang berproses. Pembubaran dilakukan karena koperasi tersebut tidak melakukan kewajiban melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama 3 tahun berturut-turut,” ujarnya, pekan lalu.

Padahal, menurutnya, kehadiran koperasi diharapkan menjadi pilar perekonomian yang bisa dikelola profesional. Namun, menurut Salim, ada sebagian koperasi sedari pendirian hanya untuk mendapatkan bantuan pemerintah, baik APBD maupun APBN.

Melalui rencana kebijakan pembubaran koperasi, maka akan memotivasi koperasi yang selama ini mati suri bisa kembali aktif. Pemkab Berau melalui Disperindagkop juga terus mendorong agar seluruh koperasi yang ada terus berkembang dan mengalami peningkatan.

“Ini juga karena koperasi merupakan salah satu bagian yang membantu pemerintah daerah, untuk meningkatkan Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB). Sehingga, dengan berkembangnya koperasi maka berdampak positif juga bagi perkembangan daerah,” tambahnya.

“Berbagai upaya juga telah kami lakukan agar ratusan koperasi yang mati suri ini bisa kembali aktif,  seperti pendampingan dan pengawasan berkala,” tambahnya.

Upaya memberikan semangat kepada para pengelola koperasi, setiap tahun Disperindagkop juga selalu memberikan penghargaan kepada koperasi yang dinilai berhasil mengembangkan dirinya. Diharapkan agenda itu mendorong motivasi agar koperasi terus berkembang. Begitu juga koperasi lainnya agar mengikuti jejak koperasi yang sudah mendapatkan penghargaan tersebut.

“Jadi tidak semata mata kita dorong aktif saja, namun kami berikan reward agar mereka semakin bersemangat,” tutupnya.(*)

Editor: RJ Palupi

Pos terkait