Isran Noor Ingatkan Daerah Jangan Tergesa soal PTM

  • Whatsapp

TANJUNG REDEB – Gubernur Kaltim Isran Noor meminta jangan gegabah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Pemerintah daerah harus lebih jeli sebelum mengambil keputusan untuk kembali mengadakan PTM.

Isran Noor menyebut, semua daerah yang berada pada PPKM di bawah level 4 wajib lebih cermat dan terus melakukan evaluasi dalam mengambil keputusan. Saat ini, dengan menurunnya angka Covid-19, ada antusiasme cukup tinggi untuk menggelar sekolah tatap muka. Apalagi kegiatan tersebut sudah terhenti lebih 1,5 tahun.

Bacaan Lainnya

“Kalau untuk melaksanakan tatap muka, di Provinsi Kaltim tengah melakukan evaluasi secara mendalam. Supaya jangan sampai nanti terjadi lagi outbreak,” kata, Isran Noor saat ditemui dalam kunjungan kerja ke Berau, Sabtu 11 September 2021.

Mengapa perlu lebih cermat dan evaluasi berulang? Karena menurutnya saat ini sudah ada Indikasi munculnya varian baru Covid-19 yang disebut Varian Mu. Varian ini dikhawatirkan juga dapat menyerangnya kepada anak-anak. “Jadi bukan hanya Varian Delta tapi Varian Mu ini juga. Jadi itu perlu diwaspadai,” imbaunya.

Isran juga mewanti-wanti agar seluruh daerah di Kaltim terus waspada terhadap berbagai jenis varian baru Covid-19. Pasalnya cakupan vaksinasi di Kaltim masih cukup rendah. Guru-guru masih banyak yang belum tervaksin. Termasuk di Berau, meskipun persentasenya sedikit.

Persoalan lain juga karena para  pelajar dan mahasiswa, khususnya yang berumur 12-17 tahun, juga cukup banyak yang belum divaksin. Alasan-alasan tersebut harus jadi pijakan saat mengambil kebijakan untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

“Tapi kalau nantinya cakupan vaksinasi kita di Kaltim sudah terpenuhi sampai dengan 70-80 persen. Bisa sudah dilakukan pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Mantan Bupati Kutai Timur itu juga menyebut, sampai dengan saat ini, cakupan vaksinasi di Kaltim baru mencapai 28 persen untuk dosis pertama dan 22 persen dosis kedua. Menurutnya rendahnya cakupan vaksinasi ini, meskipun telah dilaksanakan sejak awal 2021, karena kuota vaksin yang terbatas.

“Vaksinnya yang tidak ada, belum sampai-sampai. Tapi kami dari Pemprov Kaltim terus berupaya mendorong pusat untuk meningkatkan jumlah kuota vaksin untuk Kaltim,” tutupnya.(*)

Editor: RJ Palupi

Pos terkait