Ibu Hamil Segera Divaksinasi

  • Whatsapp

TANJUNG REDEB – Ibu hamil masuk dalam kelompok yang mendapat perhatian serius Pemerintah Berau dalam upaya vaksinasi. Pasalnya ibu hamil harus mendapat perlakuan khusus mengingat kerentanan bisa saja terjadi pada proses kehamilan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, Kamis 26 Agustus 2021. Namun, Iswahyudi belum bisa memastikan kapan vaksinasi tersebut akan terlaksana. Pasalnya saat ini masih terkendala jumlah dosis yang diterima Berau.

Bacaan Lainnya

Iswahyudi mengatakan, saat ini pihaknya bersama Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) sedang mempersiapkan segala persiapannya. Khusus untuk vaksinasi pada Bumil, agar seluruh prosesnya bisa berjalan dengan lancar.

“Kami sedang persiapan,” katanya.

Ia melanjutkan, untuk jenis vaksin, seluruh jenis vaksin bisa digunakan untuk Bumil. Seperti Sinovac, Moderna ataupun Astra Zeneca. Hal ini sesuai dengan rekomendasi persatuan dokter SpOG. Tetapi untuk Berau, akan mengutamakan Sinovac.

“Saat ini kita masih menunggu vaksinnya, kalau siapa sasarannya, cepat saja,” ujarnya.

Dikatakan Iswahyudi, sasaran Bumi yakni yang usia kandungannya sudah masuk 13 minggu hingga 33 minggu. Untuk perdana kemungkinan hanya 50 orang. Dan ini difokuskan di empat PKM kota, yakni PKM Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Gunung Tabur, dan Sambaliung. Masing-masing PKM akan mendampingi 10 orang Bumil.

“Vaksinasi ini akan dikawal langsung oleh dokter SpOG,” ucapnya.

Bahkan menurut Iswahyudi, setelah dilakukan vaksinasi, para petugas kesehatan, akan tetap memantau Bumil tersebut, sampai waktu melahirkan. Vaksinasi Bumil ini merupakan perdana di Kabupaten Berau. “Iya benar, ini baru pertama kali. Dan sudah dirapatkan juga dengan dokter spesialis kandungan,” paparnya.

Hanya saja, Iswahyudi tidak bisa memberikan kepastian kapan waktu pelaksanaan vaksin akan dimulai. Kendala utama karena jumlah vaksin sangat terbatas yang diterima oleh Berau.

“Kendala kuota vaksin ini tidak hanya di Berau saja, namun daerah lain juga,” pungkasnya. (*/adv)

Editor: RJ Palupi

Pos terkait