Tok! Pemkab Tutup Seluruh Objek Wisata

  • Whatsapp

TANJUNG REDEB – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, peribahasa tersebut saat ini sangat tepat disematkan kepada warga Berau. Pasalnya, selain dilarang mudik lebaran, melaksanakan halal bihalal dan open house. Warga berau juga dilarang berwisata.

Berdasarkan hasil keputusan dari pemerintah Kabupaten Berau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Seluruh objek wisata yang ada di Berau ditutup total.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada pengecualian, kesepakatan semua peserta rapat memang harus ditutup dan berlaku tertanggal 7 – 17 Mei 2021,” ujar Masrani, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Jum’at (7/5/2021).

Dikatakan Masrani, dasar pertimbangan hingga penutupan objek wisata dilakukan karena tempat-tempat wisata di Berau sudah zona hijau. Sementara di Tanjung Redeb masih berstatus zona merah.

Para pemangku kebijakan dan Stagas COVID-19 Berau khawatir, akan ada wisatawan dari Tanjung Redeb yang terkonfirmasi positif berlibur. Yang nantinya justru akan menularkan warga atau wisatawan lain yang berada di zona hijau tersebut.

Yang sangat rawan terjadi lonjakan pengunjung saat libur panjang yakni. Wilayah Kecamatan pesisir seperti Talisayan, Batu putih dan Biduk-biduk.  Terus bagian utara ada Kecamatan Pulau Derawan dan Maratua.

“Nah ini yang menjadi pertimbangan dan perlu mempertahankan zona-zona yang sudah hijau sekarang,”sebutnya.

Nantinya, lanjut Masrani, pengawasan di lapangan agar tidak ada wisatawan yang ngotot berlibur meskipun lokasi wisata ditutup.  Sepenuhnya ada di tangan tim satgas setiap kecamatan.

Sebelum penetapan wisata untuk ditutup, pihaknya sudah menampung masukan teman-teman pelaku usaha pariwisata yang meminta agar objek wisata tetap beroperasi sebagai bentuk pemulihan ekonomi.

Hanya saja, keputusan rapat bersama forkopimda harus ditutup sehingganya, ia mau tidak mau harus mengikuti. Meskipun mereka mengantongi surat bebas COVID-19 sekalipun tak akan diberikan izin masuk.

“Kami sudah memperjuangkan  agar objek wisata lokal kabupaten tetap dibuka tetapi hasil keputusan tetap ditutup. Kalau nanti ada wisatawan yang tetap masuk akan diminta pulang,” tandasnya.(tim)

Pos terkait