Harus Berkembang Meski Keuangan Terbatas

  • Whatsapp

TANJUNG REDEB, – Pembangunan di Kabupaten Berau diyakinkan akan terus berlanjut kendati keuangan daerah terbatas. Bahkan seluruh perangkat daerah ditekankan agar tidak membuat program stagnan, alias jalan ditempat.

Ini ditegaskan langsung Wakil Bupati Berau Gamalis. Kata dia, harus ada perubahan pembangunan di Kabupaten paling utara di Kalimantan Timur ini. Pelibatan masyarakat dalam memajukan daerah, menjadi komitmennya. Selain itu ia menekankan bahwa pemimpin harus berbuat sebagai penggerak pembangunan.

Bacaan Lainnya

“Jangan cuman program rutinitas saja yang dijalankan. Perlu ada terobosan dan id- ide baru setiap kita bekerja. Agar Berau dapat menuju kedewasaan sebagai pemerintahan dan masyarakat menikmati pembangunannya,” ujarnya,belum lama ini.

Mantan anggota DPRD Kaltim itu juga mengemukakan, setiap Organisasi Perangkat Daerah harus mengerti terhadap program yang dilaksanakan. Yang pasti harus menyesuaikan program dan kegiatan sesuai visi dan misi kepala daerahnya, dan sesuai pula terhadap program pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Apalagi keberadaan kabupaten menjadi pilar utama perwajahan provinsi di mata pemerintah pusat. Sehingga semakin maju dan berkembangnya daerah akan berdampak baik juga bagi provinsi dan keuangan kita kedepan.

“Selain itu, kalau daerah mau maju, harus punya produk. Produk yang digerakkan oleh masyarakat sehingga bisa meningkatkan perekonomiannya. Jangan hanya bergantung pada satu sumber saja,” ujarnya.

Lebih jauh, Gamalis juga mengatakan soal tanggung jawab kepemimpinan. Dimana, bagi pejabat baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan dan kampung harus mampu merasakan dan berbuat sesuatu untuk masyarakat.

“Yang penting bagaimana fokus tugas dan tanggung jawab dan memberi ide-ide positif bagi warganya,”tegasnya.

Sementara itu, disinggung soal waktu menjalankan pemerintahan periode 2021 – 2024 lebih singkat dari biasanya, dia menegaskan itu tidak menjadi penghalang. Yang terpenting adalah bagaimana melaksanakan program dengan baik. “Jangan terjebak dengan waktu, dimana periode ini sekitar 3,5 tahun. Tapi bagaimana meletakkan program utama, jangan melenceng dari perjalanan daerah itu sendiri,” tambahnya. (tim)

Pos terkait