BERAU TERKINI – Aktivitas belajar mengajar di dua kampung di Kecamatan Segah, yakni Kampung Long Ayap dan Long Ayan, terpaksa dihentikan sementara dan dialihkan menjadi Belajar dari Rumah (BDR).

Keputusan ini diambil lantaran gedung sekolah di kedua kampung tersebut terendam banjir yang melanda wilayah Segah dan sekitarnya sejak Minggu (6/12/2025).

“Aktivitas belajar tak memungkinkan digelar di sekolah karena ruang kelas sudah terendam,” kata Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, yang dikonfirmasi, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, dua sekolah di kampung tersebut memang terletak di daratan yang relatif rendah dari permukaan sungai, menjadikannya sangat rawan dilanda banjir.

Kondisi serupa bahkan pernah terjadi pada pertengahan tahun ini, di mana banjir menyebabkan kerusakan parah pada rumah dan fasilitas umum.

Untuk mengantisipasi agar tidak ada korban jiwa dan menjamin keselamatan murid, pola belajar diubah menjadi BDR.

“Sudah dua hari BDR dilaksanakan, laporannya baru dua sekolah itu yang masuk,” ungkap perempuan yang akrab disapa Lis ini

Dalam upaya mengatasi masalah sekolah yang selalu terendam banjir ini secara permanen, Pemerintah Kabupaten Berau telah mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Sekolah Dasar baru. 

Lokasi SD baru ini dipastikan akan berada di area yang lebih tinggi dari rata-rata air pasang sungai.

“Tidak bisa dipaksakan di tempat itu, harus kami pindah,” ujarnya.

Sementara ini, baru dua sekolah tersebut yang secara aktif memberikan laporan mengenai dampak banjir.

Situasi banjir di Berau saat ini juga telah berdampak pada 11 kampung akibat luapan air Sungai Kelay.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menyebut wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kelay, Kecamatan Segah, dan Kecamatan Sambaliung.

“Semuanya sudah ada genangan air, tapi masih di batas normal,” jelas Nofian.

Meskipun genangan masih dalam batas aman, Nofian mengingatkan masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada.

Potensi peningkatan curah hujan masih tinggi akibat adanya siklus atau awan siklon yang saat ini berada di bagian utara Indonesia.

“Awan itu sekarang lagi ada di utara. Kalau turun ke kita, intensitas hujan bisa tinggi, lebat, dan lama, dampaknya bisa kena di wilayah hulu,” tutupnya. (*)