BERAU TERKINI – Data Bank Indonesia menunjukkan ada 10 kabupaten di Indonesia yang memiliki simpanan bank terbesar, termasuk Kabupaten Berau.
Mendagri Tito Karnavian bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi pada Senin (21/10) kemarin.
Dalam rapat koordinasi yang dihadiri kepala daerah se-Indonesia itu, Mendagri Tito Karnavian memaparkan data inflasi daerah, serapan anggaran, hingga data simpanan bank.
Tito Karnavian sempat menunjukkan slide presentasi soal 10 kabupaten dan 10 kota di Indonesia yang memiliki simpanan di bank terbesar.

Data yang ditampilkan tersebut merupakan data dari Bank Indonesia yang diolah oleh Kemendagri.
Sebagai informasi, dana simpanan di bank ini merupakan dana APBD yang belum dibelanjakan.
Menurut Tito Karnavian, dari 514 kabupaten kota di Indonesia ada sekitar Rp 134 triliun dana simpanan Pemda di bank.
“Di tingkat kabupaten totalnya 134 triliun, jumlahnya 514 kabupaten kota, terbanyak di Bojonegero 3,6 triliun, Kutai Barat 3,2 triliun, Talaud 2,6 triliun dan seterusnya. Untuk kotanya yang dicatat dalam data BI, 39 triliun yang tertinggi banjarbaru 5,1 triliun,” kata Tito Karnavian dikutip dari siaran YouTube Kemendagri.
Masih dalam data yang sama, Tito Karnavian menunjukkan 10 kabupaten di Indonesia dengan simpanan terbesar. Di mana Kabupaten Berau di Kaltim duduk di peringkat 10 dengan total simpanan mencapai 1,6 triliun
Berikut ini 10 kabupaten di Indonesia dengan dana simpanan di bank terbesar:
1 Bojonegoro Rp 3,6 triliun
2 Kutai Barat Rp 3,2 triliun
3 Talaud Rp 2,6 triliun
4 Mimika Rp 2,4 triliun
5 Badung Rp 2,2 triliun
6 Tanah Bumbu Rp 2,1 triliun
7 Balangan Rp 1,86 triliun
8 Tabalong Rp 1,82 triliun
9 Kutai Timur Rp 1,7 triliun
10 Berau Rp 1,6 triliun

Sebelumnya diberitakan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan masih banyak Pemda yang belum meningkatkan serapan anggaran APBD.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan serapan anggaran APBD masih rendah. Dia mengatakan realisasi belanja atau serapan APBD baru mencapai angka 51,3 persen dari pagu anggaran.
Di mana dari total pagu anggaran APBD mencapai Rp 1.389 triliun, baru 51,3 persen yang dibelanjakan atau setara Rp712,8 triliun.
Tak hanya itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa juga menyoroti bengkaknya simpanan Pemda di bank yang mencapai Rp234 triliun sehingga serapan anggaran berjalan lambat.
“Ini bukan soal uangnya tidak ada, tetapi soal kecepatan eksekusi,” kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (20/10/2025) dikutip dari Beritasatu.
“Yang saya khawatirkan itu, belanja produktif seperti belanja modal malah turun lebih dari 31%. Padahal itu yang langsung berdampak ke pembangunan dan lapangan kerja,” tambahnya.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, seharusnya Pemda tidak menyimpan uang di perbankan nasional di Jakarta, melainkan di BPD yang ada di masing-masing daerah.
Sehingga likuiditas di tiap daerah masih bisa terjaga. “Kalau uangnya di pusat, daerah kering tuh. Businessman dari daerah enggak bisa dapat pinjaman,” ujarnya.
Lebih jauh, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah pusat sudah menyalurkan transfer ke daerah hingga Rp 644,9 triliun atau 74,2 persen dari pagu nasional. Dana itu kini menunggu digunakan untuk program pembangunan yang produktif.
“Uangnya sudah ada, jangan tunggu akhir tahun. Gunakan segera untuk belanja yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
