BERAU TERKINI – Setidaknya terdapat 10.600 peserta BPJS dengan skema penerima bantuan iuran atau PBI di Berau yang dinonaktifkan.
Dinsos Berau mengungkapkan setidaknya ada 10.600 peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan.
Menurut Kepala Dinsos Berau Iswahyudi penonaktifan itu dilakukan oleh pemerintah pusat dan Pemprov Kaltim.
Iswahyudi merinci, ada 6.600 pesera BPJS PBI yang dinonaktifkan oleh pemerintah pusat. Sementara Pemprov Kaltim menonaktifkan sekitar 4.000 peserta BPJS PBI.
“Di Berau ada sekitar 6.600,” ujar Iswahyudi kepada Berauterkini.co.id, Kamis (26/2/2026).
“Sebetulnya selain pusat, kita juga punya masalah lain, yaitu punya provinsi. Sama sebetulnya, provinsi itu, dalam tahun ini, akan mengurangi 4.000,” tambahnya.

Iswahyudi menjelaskan, warga Berau yang merasa kepersertaan BPJS PBI-nya dinonaktifkan maka bisa mengubungi Pemkab Berau.
Nantinya Pemkab Berau akan melakukan aktivasi kembali atau reaktivasi dengan catatan peserta tersebut memenuhi persyaratan.
“Syaratnya cuma surat pernyataan dirawat di rumah sakit dan KTP, kita minta ke Jakarta,” katanya.
Dia menjelaskan, Pemkab Berau tak akan serta merta mengaktifkan peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan oleh pemerintah pusat atau Pemprov Kaltim.
Menurutnya, Pemkab Berau baru akan melakukan reaktivasi setelah terdapat permintaan dari peserta BPJS PBI.
“Kalau dia bisa reaktivasi, ya kita reaktivasi. Kalau tidak ada permintaan, biarkan dulu. Kalau dia sakit, lapor ke kita, kita aktifkan,” ujarnya.
“Karena begitu kita aktifkan sekarang, maka rekeningnya sudah mulai. Iurannya sudah mulai,” jelasnya.
Lebih jauh, Iswahyudi menjelaskan Pemkab Berau kini membiayai kepersertaan BPJS dengan jumlah peserta mencapai 90.000 orang.
“Berau itu kan menganut PBI juga, BPJS-nya UHC, Universal Health Coverage, kita membiayai lebih besar daripada pusat, kita sekitar 90.000 orang yang dibiayai oleh Pemda,” tuturnya.
